Little Prince

MAMA, I’m COMEBack 2/3


title                    : Mama, I’m COMEBack
author              : Thata
Cast                   :

*main           :Kim Jiyoung a.k.a Avy, Lii Yoorin a.k.a Wenz, Lee Hoogeun a.k.a thata
*backbone :Kim Ki Bum SHINee, Lee Jinki SHINee, Kim Ryeowook SUJU
*other        :Park Jungso SUJU, Lee Hyukjae SUJU, Nicole KARA, Seohyun SNSD, Taeyeon SNSD, Siwon SUJU

Genre               : Family, Friendship, Tragedy
Lenght            : Short Story
Rating             : 15+
Note                : Anggap saja Yoorin itu Yoona SNSD, Jiyoung itu Sulli FX, dan Hoogeun itu Sunny SNSD
ext                   : ah iya ff ini sebagai perminta maafan thata kepada wenz, karena ff yang lalu tidak sebagus
yang wenz harapkan. oh mianhamnida (;…;) baiklah, disini thata kolaborasi pemain (?) yap yang menyukai
key disini kan ada dua, ada wenz dan avy. hohoooo~ baiklah semoga ceritanya disukai ;)

DON’T BE A SLIENT READERS
kalo jd silent readers berarti gak sayang sama thata (?) ditimpuk sekampung

Jiyoung POV

Sekolahku hari ini dipenuhi dengan hias-hiasan warna-warni yang mencolok. Ada beberapa pamplet operet Kerajaan Es di beberapa koridor sekolahku. Jam 12 siang nanti, aku akan berakting di depan 1000 penonton dari seluruh sekolah yang ada di Seoul. Aku gugup, tentu saja bahkan Wookie si Raja Pede itu juga gugup.

“wajahmu pucat ji-ah,” ucap Hoogeun khawatir

“tidak, ini hanya make-up guen-ah ” jawabku cepat

“begitu?” tanyanya tidak percaya

“Putri Ace kan harus berpenampilan dingin geun-ah ” jawabku lagi, kali ini dia mengangguk-angguk mengerti

Sebelumnya, aku dan teman-temanku yang akan ikut operet ini harus berlatih serius satu jam di ruangan berkaca. Semuanya memerankan adegannya dengan bagus, apalagi adegan romantic itu, sangat lancar. Wookie ternyata ahli ketika adegan cium-ciuman itu. Rasanya ini adegan agak dewasa, karena kemarin sebelum pulang ke rumah. Aku singgah ke rumahnya Hoogeun, dan waktu itu Hyukjae oppa, (oppa-nya hoogeun) sedang nonton film yang peran wanita dan prianya telanjang. Dan mereka beradegan cium-ciuman itu, ketika Hyukjae oppa tahu kalau aku sedang menonton film itu juga. Dia langsung membawaku kabur dan menaruhku di kamarnya Hoogeun. Dia bilang itu hanya orang dewasa saja yang boleh menontonnya dan aku mengangguk-angguk setuju.

“hey? Kau sedang melamun ya?” Wookie mengejutkanku dengan lambaian tangannya itu, aku menggeleng-gelengkan kepalaku dengan cepat

“jangan bohong, pasti kau sedang melamunkanku, pasti” tebaknya Pede

“ah- sangtae” aku menjitaknya, dan segera pergi meninggalkannya

Teng- jam menujukkan pukul 12 dan saatnya pertunjukan dimulai.

Awalnya semua tokoh-tokoh bermunculan dan Jungso sosaengnim juga, sambil membungkuk hormat ke penonton. Sekilas aku melihat di kursi untuk para orang tua murid dan aku melihat Mama dan Papa, ah senangnya. Tapi ada seseorang yang tidak aku kenal yang duduk di sebelahnya Papa, ketika aku melirik tangannya yang sedang menggandeng tangannya Papa, aku langsung muak.

Adegan mula-mula dari Putri Ace tersesat di sungai lollipop dan dia di ganggu oleh Penyihir Brunos, tetapi pada saat itu Pangeran Cold datang untuk menolongnya. Sialnya Putri Ace mengira kalau Pangeran Cold lah yang telah mengerjainya, dia langsung marah dan menyiram Pangeran Cold dengan air sungai lolipo yang lengket itu. Keesokannya, Putri terbangun dan mencari-cari buah untuk dia makan di perjalanan pulangnya ke kastil. Ketika dia memetik buah-buahan itu , sepintas dia melihat bungan lili yang sangat cantik. Dia pun memetik bunga itu, dia tidak sadar jika dia memetik bunga itu Peri Lily akan bangun dan marah besar. Peri Lily pun marah, tetapi ketika melihat kecantikan wajah sang Putri dia langsung luluh. Dia malah berbalik menolong Putri untuk pulang ke kastil. Di perjalanan pulang, berbagai rintang kecelakaan yang di buat Pangeran Cold untuk Putri Ace. Dia masih sakit hati dengan Putri Ace, dia menyiram Putri Ace dengan air dingin di sungai es. Ternyata setelah sampai di kastil, Putri Ace langsung demam tinggi. Dan Peri Lily segera memetik buah-buahan untuk obatnya Putri Ace. Saat itu Pangeran merasa bersalah dia memetik bunga untuk Putri Ace, tetapi penyihir tidak suka jika Pangeran dan Putri jadi berbaikan. Pangeran pun mencium Putri agar Putri sembuh tetapi malah membuat Putri sakit semakin parah. Ini karena mantra Penyihir yang cemburu, Peri Lily segera menyadari ulah Penyihir. Dan peri pun melempar buah-buahan yang dipetiknya itu ke arah Penyihir. Dan penyihirpun marah, dia menyihir Peri tetapi tidak mempan, tiba-tiba sihirnya Penyihir meleset ke arah Pangeran. Dan pup dengan sekejap Pangeran jadi Kodok dan Putripun langsung terbangun dan langsung sehat.

Tepukan riuh menggelegar di sepanjang mataku memandang. Akhirnya operet ini berhasil dengan sempurna. Jungso sosaengnim menerima banyak buket bunga dari para penonton, dan dia menangis haru. Aku segera menuju ke belakang panggung dan disana sudah ada Mama yang terharu melihat aktingku tadi.

“yampun Jiyoung-ah, Mama tidak menyangka bahwa kau memiliki bakat berakting,” puji Mama sambil memelukku, aku hanya tersenyum bahagia. Ku lihat wajah Papa yang sedang bercakap-cakap kepada seorang tante-tante berambut pendek yang tadi memegang tangannya Papa.

Aku mendatangi mereka, dan aku melihat kearah wanita itu. Dia tersenyum manis kepadaku dan dengan seketika air yang ada di tanganku langsung ku siramkan ke arah wanita itu. Gaun merahnya langsung kotor, dan Papa langsung meminta maaf atas tingkah lakuku.

“maafkan dia Nicole, dia masih kecil,” pinta Papa

“ah- aku malas, aku menunggu di dalam mobil saja,” wanita itu merajuk

“Papa?” panggilku lemah

“ah- ada apa sih dengan mu?” bentak Papa, aku terkejut

“Papa membentakku?” tangisku, dia langsung jongkok dan memelukku

“aniya, maafkan Papa ya,” pintanya, aku tidak mau di peluk olehnya. Aku segera menolak pelukannya, dan langsung lari pergi meninggalkannya.

“saranghae ji-ah,” ucap Papa ketika aku berulang tahun yang ke 4

“Papa? Aku mau pondok,” pintaku

“oke ji-ah, besok Papa buat” jawab Papa setuju

“taraa, lihat ji-ah ini pondokmu” ucap Papa yang membuatku terkejut

“gomawo Papa” ucapku

“kau yakin mau tinggal disitu sayang?” tanya Umma khawatir

“ehm, ne Umma,” jawabku mantap

“ini tempat persembunyian kita, hanya ji-ah, papa dan umma yang tau tempat ini,” kata Papa sambil memelukku dan Umma

“ne,” jawabku senang

“ji-ah? Mama baru untukmu,” kata Papa sambil menunjukkan wanita lain

“aku tidak mau mama baru,” bantahku kesal

“tidak sayang, Mama Yoorin adalah Mamamu yang baik,” bela Umma

“annyeong Jiyoung-ah” sapa wanita itu ramah

“annyeong,” balasku

“Jiyoung, kau harus menyanyangi Mama Yoorin ya?” pinta Umma

“tidak umma, sayangku hanya untuk Umma” jawabku

“dimana Umma?” tanyaku kepada Mama Yoorin

“Jiyoung-ah, Ummamu ada di surga” jawab Mama Yoorin sambil menangis

“PEMBOHONG” teriakku tidak percaya

“Papa dimana?” tanyaku kepada Mama

“Papa belum pulang, hayooo kita tidur saja,” ajak Mama Yoorin

“aku ingin menunggu Papa,” bantahku

“ani, besok kau ada sekolah,” tolak Mama Yoorin

“ah itu Papa,” kagetku

“aku lelah tolong belikan dia sandal kelinci itu Yoorin” ucap Papa kepada Mama

“Nicole? Siapa itu Pa?” tanyaku penasaran

“dia temannya Papa,” jawab Papa sambil tersenyum

“Papa sekarang dimana?”tanyaku di telpon

“Papa sedang kerja” jawab Papa cepat

“kau tidak tahu ya? Dia bukan anakku, dia anak haram,” ucap Papa kepada Mama Yoorin

“Jiyoung-ah”  panggil Mama Yoorin

Adegan-adegan itu seolah-olah mengisi setiap senti otakku. Aku berlari tidak tentu arah, tidak melihat orang-orang yang mana aku tabrak. Aku tidak bisa menerima kenyataan yang benar-benar membuatku sakit ini.

Tiba-tiba saja aku sudah berada di tengah-tengah jalan raya, dan Bus yang besar sudah ada di kejauhan yang akan segera melindasku. Tetapi ada tangan seseorang yang langsung menarikku dari jalanan itu.

>>>dockidocki<<<

Beberapa hari sudah aku tinggal di rumah Hoogeun. Dia tidak mengijinkan aku pulang setelah aku benar-benar tidak kacau lagi. Mama dan Papanya Hoogeun sudah menganggapku sebagai anaknya sendiri jadi mereka tidak keberatan aku tinggal untuk beberapa hari saja di rumah mereka.

“kau yakin dengan hal itu Ji-ah?” tanya Hoogeun

“aku tidak tahu geun-ah, ini masih seperti mimpi buruk bagiku,” jawabku resah

“kau mau coklat panas?” tawar Hoogeun

“ah iya, boleh,” jawabku, dan aku segera meneguk segelas coklat panas itu.

Keesokannya, aku pulang ke rumah. Aku ingin melihat Papa dan Mama. Tetapi di siang hari ini, seperti biasa Papa belum pulang dari kantor. Aku melihat Mama yang sedang menjemur pakaian, wajahnya tampak lesu dan kelopak matanya menghitam karena kurang tidur.

“mama?” panggilku, dia menoleh dan segera menghampiriku.

“kau kemana saja Jiyoung-ah,” dia memelukku dengan erat

“aku menginap di rumahnya Hoogeun,” jawabku cepat

“ya sudah, sekarang ayoo kita makan, Mama sudah menyiapkan sop jagung untukmu, kesukaanmu kan?” tawarnya, aku hanya mengangguk pelan

Setelah habis melahap sup jagungnya, aku segera melirik ke adaan rumah. Berantakan dan juga banyak barang-barang yang pecah dan rusak. Beberapa foto di lemari kaca sudah tidak ada lagi, yang menghilan itu adalah wajah-wajahnya Papa. Aku tidak tahu ini ulahnya siapa.

“ma? Disini baru ada pencurian besar-besaran ya?” tanyaku

Mama hanya tersenyum getir, wajahnya tidak terawat dan rambutnya pun juga. Wajahnya pucat dan berantakan. Ada goresan-goresan di sekitar pergelangan tangannya, aku yakin itu bukan luka ringan.

“ma? Jawab Jiyoung,” ucapku, dia hanya menatapku sedih

“maafkan Mama ya,” dia segera memelukku sambil menangis tersedu-sedu

“maaf karena apa?” tanyaku bingung

“Mama tidak bisa merawatmu, hikss” dia menangis lagi dan lagi

“tidak, mama jangan berkata seperti itu,” bantahku, dia cepat-cepat mengangguk-angguk dengan perlahan. Aku lepas pelukannya, dan melihatnya lagi. Mama Yoorin seperti menyembunyikan sesuatu dariku.

>>>dockidocki<<

“bibi, kau mau coklat panas?” tawar Hoogeun, dan Mama mengangguk pelan

Setelah kejadian itu, aku langsung membawa Mama ke rumahnya Hoogeun. Dan kali ini aku memohon kepada Bibi Taeyeon dan Paman Siwon untuk memperbolehkan Mama dan Aku untuk tinggal dalam waktu yang agak lama di rumah mereka. Mereka setuju, dan memberikan kamar yang luas untuk Mama dan Aku.

“papamu tidak menjemputmu dan Mamamu, eh?” tanya Hoogeun

“tidak, dia tidak akan pernah,” jawabku kesal

“waeya?” tanya Hoogeun penasaran

“aku tidak tahu, tapi Papaku sekarang bukan Papaku yang seperti dulu,” jawabku

Keesokannya, sepulang sekolah. Aku dan Hoogeun pulang dengan jalan kaki. Ketika sampai di depan gerbang sekolah aku bertemu dengan wanita yang bernama Nicole. Dia menyapaku dengan senyuman manis palsunya itu.

“jiyoung-ah, ayoo kita pulang,” ajak Nicole

“aku tidak mau,” bantahku keras

“Papamu yang menyuruhku kok,” ucapnya meyakinkan

“dimana dia?”

“kau ini bawel sekali, kalau ingin bertemu dengannya kau harus ikut denganku,” ucapnya, dan aku pun mengikutinya.

Aku menyuruh Hoogeun untuk tidak ikut, dia harus menjaga Mamaku.

“maksudmu apa?” tanya Hoogeun terkejut

“ku mohon, jagain Mamaku ya,” ucapku, entah mengapa kata-kata ini langsung terlontar begitu saja di mulutku. Aku merasa sesuatu hal yang buruk akan menimpaku.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

yap ternyata gada yang berkomentar tentang piku-pikunya, jadi thata tetap memakai satu piku deh

hohohooo~ bagi sebelumnya yang baca cerita ini, thata berterimakasih banget. thata mau cepat-cepat

menamatkan ini FF (halah) jadi mungkin besok sudah ada part ENDnya. kekekekkkeee~

mau buat FF baru nih, siapa yang mau jd cast? (eh malah nawar2) ywd deh . byeeee byeee

sekali lagi SARANGHAMNIDA UNTUK READERS (di poppo bibir sekseh key)

Single Post Navigation

4 pemikiran pada “MAMA, I’m COMEBack 2/3

  1. Yukina pada berkata:

    Tambah penasaran sama Part selanjutnya,, tambah menarik dengan konflik yang lumayan rumit,, kalo boleh aku tahu inspirasi FF ini dari mana Chingu?? aku merasa ini gak biasa temanya,, agak sedih juga pas bacanya soalnya,,^^

    • thata 하늘 yesung pada berkata:

      wuhuuu~penasaran ya? hahahha, tenang chingu. mungkin entar malem udah ada part endnya. hehehhe :D
      ha? confliknya rumit ya? hehehe :)
      darimana ya?? ehmmm ehmm,,ketika nulis ff ini entah kenapa thata selalu teringat dengan mama tiri, tidak selamanya mama tiri itu jahat, thata mau buat tema tentang mama tiri yang baik hati dan juga selalu dirindukan oleh anak tirinya, yahh makanya thata buat judulnya mama,i’m comeback, sekeras apapun jiyoung, trnyata dia tetap menyanyangi mama yorin. hehehe thata mau buat seperti itu sih, tapi confliknya jd sperti ini. hahahaa, sedih ya? thata sedihnya pas yoorinnya gak dianggap keluarganya jiyoung pas dipondok, (?) hahahaaa
      tapi chingu, kmu baik skali mw baca n comment ff thata. hahaa
      gomawo gomawo, kalo perlu kmu baca ff thata yg lainnya tuh (ih thata mksa bgt ahh) skali lg gomawo chingu :D

  2. Yukina pada berkata:

    Mana lanjutanya chingu?? Sama aku juga sedihnya pas Mama Yoorin gak dianggap keluarga tapi aku juga akhirnya terharu pas Jiyoung juga ternyata sayang ma mama Yoorin,, gak slalu yang kita lihat itu jelek seperti yang kita bayangkan…^^

    • thata 하늘 yesung pada berkata:

      hahahaa, itu itu chingu. coba lihat di kiriman trbarunya thata. hahahhaaa, iyaaa hiksss T^T
      hehehehee. iyaaa dia sayang sama yoorin. hehehe :D
      hayoo chingu buru baca part endnya (loh? maksa nih)
      hehehehheee iya bener bgt chingu

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 518 pengikut lainnya.