Little Prince

9 ZENA part3


title                 : 9 ZENA
author           : Thata
Cast                : girlsgenaration, Shinee, Super Junior
Genre            : Fantasy
Lenght          : Short Story
Rating          : General
Disclaimer : punya sone, dan ibu ayah bapak emak papa mama mereka
A/N              : errr- pengen buat ff fantasy, jadi masih belajar deh. hahaha disini thata
pakai bahasa serbia. ohohohooo- bahasa yang thata cintai (gara-gara nonton prince of persia) tp
apa hubungannya? gak ada kan? hahahahhaa, ywd deh semoga mnikmati (?)

Last Story :  Zena1    Zena2

OIYAAA- tidak ada silent readers pliss, kalo ada berarti KITA gak BERTEMAN (PLAKKKK)

Awan dilangit kembali menghitam, segerombolan sinar kuning para covek terpampang jelas di langit yang mendung itu.

“lihat seo, ada bintang jatuh,” seru pria itu girang, dia berdiri mengadah ke langit.

“iyakah?” tanya Seohyun tidak percaya, diapun ikut berdiri dan memandangnya dengan cermat

“make a wish!” seru pria itu

“baik!” jawab Seohyun, dia memejamkan matanya dan memikirkan permintaan

Pria itu tersenyum lembut kepada Seohyun, dia mendekatinya dan mengecup dahi Seohyun. Salah satu sinar kuning itu jatuh di daerah mereka dan menembus masuk ke dalam tubuh pria itu.

“kau sudah memintanya?” tanya pria itu, dan Seohyun membuka matanya sambil tersenyum manis

“sudah!”

>>zenalovecovek<<

Tap…tap…tap!! Langkah kakinya semakin cepat, dan lagi ditambah kekuatannya. Dia bisa berlari dengan kekuatan 100 orang. Wajahnya kini muram dan ketakutan, dia bingung antara marah atau senang. Sedangkan Sooyoung yang disebelahnya ikut berlari, sepertinya dia sudah bisa mengendalikan kekuatannya itu.

“kau yakin Seohyun adalah zena hamster?” tanya Jessica ragu

“ya, dia memiliki tato yang sama sepertiku,” jawab Sooyoung

Mereka akhirnya sampai didepan rumah bernomer 09, rumah yang bermandikan vanilla-vanilla susu dan mocca. Seperti rumah boneka. Sooyoung membuka pagarnya, tidak terkunci. Mereka masuk dan pintu rumahpun terbuka begitu saja. Panik, keadaan semakin membingungkan. Lampu dirumah itu mati, mereka menaiki tangga dengan hati-hati. Perasaan Jessica tidak enak, dia melihat ke sekelililng ruangan.

“tidak biasanya Seohyun seceroboh ini,” seru Sooyoung, dia membuka pintu kamarnya Seohyun.

Krett- pintu terbuka, sinar kuning memancar diantara kegelapan ruang itu.

“ah-” ada yang berseru, sosok itu menghilang dan sinar kuning itupun lenyap

Sooyoung dan Jessica segera menghampiri Seohyun yang terbaring di antara jendela kamarnya. Angin meniup gorden biru kamar itu, langit kembali cerah menampakkan bintang-bintang. Jessica menutup jendela kamar itu, dan Sooyoung segera membopong Seohyun ke ranjangnya.

“makhluk apa tadi?” tanya Sooyoung penasaran

“covek,” jawab Jessica masih bingung, dia melihat ukiran yang ada di tangannya itu. Masih belum percaya dengan kenyataan yang barusan di dengarnya tadi siang.

“kau bilang, mereka akan memakan jantung kita?” ulang Sooyoung, “untuk apa?”

“aku tidak tahu, tapi para covek itu serius mengatakannya, aku jadi takut!” balas Jessica, dia memandang khawatir kearah Seohyun

“jadi, menurutmu kita harus bagaimana?”

“aku masih belum mengerti, sebaiknya aku harus menemui wanita misterius itu. Dia pasti tau semuanya,” jelas Jessica. Dia kembali memandangi jendela itu.

>>zenalovescovek<<

Eunhyuk menunjukkan gerakan slam dunk (apa sih ga jelas author) dan semua murid private mengikutinya. Tetapi tidak dengan Temin, dia tidak mengikuti gerakan itu. Dia terbelenggu, dan diam di tempat. Eunhyuk yang menyadari anak muridnya seperti itu langsung menghampirinya.

“kau kenapa temin?” tanya Eunhyuk khawatir

“где се свог дечка?”  lolong Temin, matanya menguning

“apa? Kau bilang apa?” tanya Eunhyuk yang bingung, dia meraih pundaknya Temin tetapi di tangkis kasar oleh Temin.

Temin langsung berwajah merah, tanda marah. Dia melihat ke sekelilingnya, semua para murid private ketakutan bahkan Luna yang adalah teman terdekatnya Temin. Temin seperti dirasuki oleh sesuatu yang jahat. Dia memandang geram kearah Eunhyuk.

“temin? Kau kenapa?” tanya Eunhyuk yang mulai takut

Temin segera mencakar wajah Euhyuk, dan segera meraung seperti srigala yang haus akan darah.

Mendengar lolongan itu, Hyeoyon yang baru kembali dari kamar mandi langsung bergegas ke ruang latihan. Dia melihat pendarahan di sekitar wajahnya Eunhyuk, dan melihat pelakunya. Temin masih disana dengan wajah yang ingin memangsa siapa saja. Murid-murid private menangis karena ketakutan. Hyeoyon yang menyadari hal itu langsung mengeluarkan tenaganya untuk melawan Temin.

Sringg-

“шта нађем” lolong Temin melihat Hyeoyon

“jangan kau sakiti dia, dasar iblis!” raung Hyeoyon marah, tetapi Temin hanya tersenyum licik dan langsung menghilang dengan sinar kuningnya.

Sinar kuning milik Temin menuju ke salah satu daerah sungai di kota itu. Melewatinya dari atas air tenang  dan masuk ke dalamnya.

Sinar itu berubah menjadi sosok manusia ketika dia sudah menemukan gua yang terletak di pedalaman sungai. Gua itu baunya lembab dan pekat darah. Temin yang bermata kuning tidak menghiraukan aroma di perjalanannya menuju kawanan para covek.

“Ја сам човек” bisik Temin, dan batu berlumut itu terbuka

Para covek terdiam melihat kedatangan Temin. Mereka tidak memakai jubah, melainkan memakai wujud manusia. Mereka sedang pesta, di meja makan sedang terpampang jelas beberapa jantung manusia yang masih segar di sajikan mentah untuk disantap.

“kau terlambat temin,” seru tetuanya, dia menghampiri Temin

“maafkan aku baginda, tadi aku sudah menemukan keberadaannya zena elang!” ucap Temin hormat, dia duduk di kursi yang telah di sediakan untuknya.

“aku sudah tahu itu, aaarrrr-” sambung yang berbadan tegap

“Kangin, kau sudah mengucapkan itu 3 kali,” tegur tetua dan Kangin langsung menunduk diam

“jadi, siapa lagi yang kau ketahui?” tanya pria yang berwajah seputih tahu

“kedua noona-ku, mereka zena angsa dan zena rusa,” jawab Temin bangga

Sekilas mata sang tetua menatap tajam wajah Temin, mendengar pengakuan blak-blakan Temin tersebut tetapi dia kembali normal lagi.

“ah- ternyata kemajuan yang cukup pesat!” seru yang berwajah yang paling tampan

“ya, senang sekali.” Sambung tetua, “dan juga kita mendapatkan anggota baru,” ucapnya sambil menunjuk Temin dan seorang pria di sebelah Temin.

“perkenalkan mereka adalah Temin,” tunjuk tetua ke Temin,”dan yang ini adalah Kyuhyun,” tunjuknya ke Kyuhyun

“hai, aku jinki!” salam yang berwajah seputih tahu itu

“aku Lee donghae, salam kenal!” seru yang berwajah tampan

“kangin!” cetus yang berbadan tegap

“dan aku Minho, tetua para covek!” lengkapnya “hari ini kita berpesta untuk menyambut rekan-rekan baru kita, ayooo silahkan menikamtinya!” pidato Minho.

Dan para covek langsung menyantap rakus jantung-jantung itu.

>>zenalovescovek<<

Ceklek-

Ceklek-

Ceklek-

Mata itu memandangi pasangan serasi di arena putih dengan cemburu. Dia langsung menepuk pipinya untuk tidak cemburu apalagi kalau sampai ketahuan. Dia mengganti baju karena sekarang adalah giliran dia untuk di poto.

“yuri-sshi? Kau lihat tadi? Kita itu serasi,” pamer Yoona sambil membanting keras lemari lokernya, dia menatap Yuri dengan seksama

“ya aku tahu, kau serasi sekali dengan siwon,” balas Yuri berani

“kalau begitu, jangan ganggu kami lagi!” ngotot Yoona, dia pergi meninggalkan Yuri di ruangan itu sendirian. Yuri hanya terdiam sejenak.

Dia membuka lemari lokernya, dan melihat tempelan-tempelan foto dia dan Yoona waktu dulu. waktu mereka masih awal menjadi model di SPAO. Mereka dulu belum mengenal Siwon, apalagi saling bertengkar. Mereka saling membutuhkan satu sama yang lain, tapi kini sudah berubah hanya karna sifat kecemburuan Yoona yang terlalu berlebihan. Yuri lebih memilih Yoona daripada Siwon, karena dia tahu Siwon memang bukan yang dia cari selama ini.

“huh-” dia menghelakan nafasnya, dan segera menutup pintu lokernya

Dia keluar dari ruangan itu, dan kembali dalam suasana pemotretan. Setelah selesai, dia keluar dari gedung itu. Pergi ke café seberang jalan. Tetapi itu tidak membuatnya tenang, disana juga dia melihat Yoona yang sedang sendirian. Dia mendekati Yoona.

“aku boleh duduk disini?” tanya Yuri ramah, Yoona hanya bertampang jutek

“mau apa?” tanya Yoona ketus, dia memalingkan wajahnya

Tring- pintu café itu terbuka, dan tiga wanita muda sedang tergesa-gesa mengunjungi café itu. Mereka memesan coffee cix (nah aneh lg author), dan segera mengobrol dengan serunya.

“dulu kita seperti mereka ya,” seru Yuri yang melihat aktifitas ketiga gadis remaja itu

“aku lupa,” balas Yoona ketus, dia masih memalingkan wajahnya

“kau kenapa sih Yoona? Aku bersumpah tidak akan pernah mengambil siwonmu, aku juga tidak mau hubungan kita terus menerus seperti ini,” ucap Yuri pada akhirnya

“aku tidak mau bahas itu,” Yoona masih saja jutek, Yuri bosan dengan tingkah laku kekanak-kanakannya Yoona. Sinar hitam keluar dari auranya, matanya seperti mata kucing, dan dia membalikkan wajah Yoona kehadapannya dengan paksa.

“kau tahu? Tak sekalipun aku ingin menyakiti hatimu, aku sayang denganmu,” ucap Yuri yang sekarang benar-benar kehilangan kesabarannya

“tapi aku benci kau,” galak Yoona, dia menangkis tangan Yuri. Dan air mata menetes ke wajah mulusnya. Yuri menggeram kesal, dia pergi meninggalkan Yoona sendirian.

Yoona masih menangis karena kenyataan yang pahit itu, dia menggebrak mejanya. Para tamu yang lain melihat kearahnya dengan khawatir, bahkan ketiga gadis itu cukup tertarik melihat tangisannya Yoona. Salah satu dari  mereka mendatangi Yoona, yang berambut blonde.

“kenapa kau tidak mengakui kesalahanmu sih?” serunya, dan Yoona tersontak kaget

“kau mau apa ha?” bentak Yoona kesal, dia melihat gadis itu dengan seksama. Kaget, dia langsung berdiri tidak percaya.

“kau masih mengingatku ternyata,” senyum gadis blonde itu, dan duduk di depannya Yoona. Begitu pula menyusul kedua gadis yang lainnya.

“ah ternyata aku  benar, dia model di majalah SPAO.” Seru Sooyoung histeris

“mau apa kalian? Mengeroyokku ha?” tanya Yoona lantang

“bukan, tadinya begitu sih tapi ini urusan penting,” jawab Sooyoung kecewa

“aku mau tahu cerita lengkapnya batu-batu zena itu, dan ada apa hubungannya dengan para covek? Aku mau tahu semuanya,” tanya Jessica serius

Yoona tiba-tiba berubah menjadi heran, dan dengan seketika Sooyoung beserta Seohyun menunjukkan ukiran mereka. Yoona membulatkan matanya tanda tidak percaya, dia melihat kearah Jessica lagi. Menimbang-nimbang, apakah dia akan menceritakannya kepada mereka ini?

“kau ragu?” tanya Seohyun sedih

“tidak,” jawab Yoona cepat, dia mengambil nafasnya dalam-dalam dan mulai membuka mulutnya untuk bercerita.

“ayahku meneliti batu zena kuda itu selama 5 tahun lamanya, dan dia curiga ada energy seperti kekuatan magnet yang sangat berbahaya didalamnya. Ketika batu itu dipercobakan kepadaku, batu itu langsung menyedot masuk kedalam diriku dan meninggalkan bekas di punggung tangan kiriku, bukan hanya itu. Batu itu juga menyatu di diriku, terletak menjadi inti dari kehidupanku.” Ceritanya

“kekuatannya secara alami aku keluarkan dan juga otak, terkadang aku bisa menghilang dengan hanya secerca sinar berwarna hijau dan melayang bebas kemana saja yang aku mau, ayahku terkejut atas penemuannya itu. Dia sepertinya tidak percaya kalau tidak membaca sejarahnya batu itu. Dan betul saja, batu itu memang sakti, dan aku di pilih sebagai jelmaannya, generasi penerusnya. Dan ayah juga pernah membaca tentang para covek, si penjaga zena!” kali ini dia terdiam sejenak, Jessica masih belum mendapat apa makna dari cerita itu.

“penjaga? Maksudmu penjaga zena? Aku tidak mengerti,” ucap Jessica

“baiklah kalau begitu,” Yoona menghela nafasnya lagi

“di surga, para Dewa menyimpan berjuta batu-batu nista untuk dijadikan hiasan surga.  Dan menyisihkan 9 diantaranya sebagai lambang surga yang paling nista. Batu-batu itu di sebut Zena, dan para Covek yang sudah terlahir lebih dahulu daripada para Zena itu merasa iri. Dewa menyuruh Covek untuk menjaga Zena, tetapi Covek licik. Mereka tahu kalau para Zena adalah kekuatan yang baru dan sakti, yang harus mereka miliki. Tetapi Dewa memang menyimpan satu rahasia, yaitu menyembunyikan batu Zena cinta ke dalam jiwa sang lumba-lumba. Covek tidak menemukan Zena cinta itu, dimanapun karena mereka tidak tahu rahasianya. Begitupun Zena yang mereka curi, Zena tidak akan bisa menjadi kekuatan yang nista jika tidak terkumpul menjadi 9 Zena.” Ceritanya agak merinding

“dan Covek bersumpah akan mencari ke 9 Zena itu, dan bahkan akan mendapatkannya dengan cara apapun. Merengut orang yang dicintai Zena dan orang terdekat Zena, jika 9 Zena terkumpul, mereka akan mengambil batunya dan memakannya. Karena dari situlah mereka bisa memiliki kekuatan nista, tapi kau tahu tidak kalau batu itu berada dimana, jika didalam tubuh kita?” tanya Yoona agak bergidik

“jantung,” jawab Seohyun cepat, Jessica dan Sooyoung langsung tersontak kaget

“ya, jantung! Covek akan mencabik raga generasi zena, dan memakan jantungnya,” akhir cerita dari Yoona. Membuat wajah Sooyoung menjadi ngeri dan jijik.

“kalau begitu mereka berhasil,” sedih Seohyun, Yoona langsung melirik kearahnya

“berhasil apa?” tanya Yoona penasaran

“mereka merenggut Kyuhyun-ku, mereka membuat Kyuhyun menjadi seperti mereka,” tangis Seohyun, Sooyoung langsung memeluk temannya itu.

Kring- pintu café itu terbuka lagi, dan kali ini seseorang yang mereka kenal sekali wajahnya. Jessica langsung memanggil nama orang itu.

“taeyeon?” panggilnya, dan orang itu menoleh

“Jessica?” ulangnya agak kaget

“siapa dia?” tanya Yoona agak bingung, Jessica langsung menarik lengan Taeyeon untuk menghampiri Yoona dan lainnya.

“perkenalkan, dia adalah Zena berang-berang!” ucap Jessica jelas, Taeyoen langsung terkejut bukan main. Dia melihat Sooyoung dan Seohyun dengan tidak percaya.

“apa-apaan ini?” dia marah, serasa terlecehkan atau di fitnah

“kau tahu darimana dia zena berang-berang?” tanya Sooyoung

“aku melihatnya pada hari pertama di sekolah, dia sepertinya mendapat tanda-tandanya waktu istirahat tiba. Dia menganggap itu adalah hal yang aneh, jadi dia tidak mau memberitahukannya dengan siapa-siapa,” jelas Jessica, Taeyeon terkejut karena isi hatinya begitu saja terbuka dengan jelasnya di depan mereka semua

“lepaskan aku, maksud kalian apa sih?” Taeyeon masih tidak mengerti

“kau adalah bagian dari kami, kau akan membantu kami untuk memusnahkan covek,” seru Yoona lembut, Sooyoung melihat Yoona sekilas dan mengangguk-angguk setuju

“kau mau?” ajak Jessica

“kalian aneh, aku tidak bodoh! Uh-” bentaknya kesal, dia langsung pergi dan keluar dari café itu dengan tergesa-gesa.

Jessica dan Sooyoung ingin mengejarnya tetapi Yoona menghalangi mereka.

“tidak perlu sejauh itu, biarkan saja dia. Dia akan menyadari hal itu jika sudah waktunya tiba,” jelas Yoona

>>zenalovescovek<<

Taeyeon membuka pintu rumahnya dengan tergesa-gesa, dia seperti di kejar oleh sesuata yang menakutkan. Cekrett- terbuka, dia langsung masuk dan membanting pintunya dengan kencang.

Rumah itu tampak sepi, dia memang selalu sendirian di dalam rumah. Dia dan Oppa-nya, tidak ada yang lain di rumah itu. Dia menghidupkan lampu saklar rumahnya, dan mendapati Oppa-nya yang sudah duduk manis di depan TV. Taeyeon tersenyum manis menyambut Oppa-nya itu.

“taeyeon-ya, kau sudah pulang?” sapa Oppa-nya itu sambil menukar channel TV dengan cepat

“ya, aku tidak jadi membeli coffee cix-nya, jadinya aku membeli coffee sachet di warung,” jawab Taeyeon agak kecewa

“gwaenchana, lebih baik segera kau buat coffee-nya itu, hehehe” ucap lembut Oppa-nya itu, Taeyeon mengangguk semangat.

Dia pergi ke dapur, mengambil cangkir berwarna coklat. Dan menuangkan satu sachet penuh coffee itu dan menyeduhnya dengan air panas. Ketika dia mengaduk coffee itu, sekilas dia melihat tato berang-berangnya itu di punggung tangan kirinya. Dia langsung muram, dan mengingat kembali kejadian tadi di café.

“taeyeon-ya? Jangan pakai gula, arraseo?” ingat sang Oppa

“ye oppa,” balas Taeyeon

Setelah itu dia memberikan coffee itu ke Oppa-nya. Taeyeon duduk disamping Oppa-nya itu, dan menukar channel di tv. Tidak disengaja, mata Oppa-nya melihat tato berang-berang itu di tangannya Taeyeon. Dia langsung berhenti meminum coffee-nya. Dia memandang lekat-lekat adiknya itu.

“taeyeon-ya, jawab pertanyaanku dengan jujur,” tiba-tiba berubah jadi serius

“ne, apa?” balas Taeyeon

“darimana kau dapatkan lambang  itu,” tunjuknya, dia mengeluarkan mata yang tajam

“ah- ini ya?” ulang Taeyeon agak ragu ,”ini aku buat pas di Mall kemarin, kenapa? Jelek ya tatonya?” sela Taeyeon agak kaku

“zena, kau ternyata zena juga,” tiba-tiba sang oppa mengeluarkan aura sinar kuning

“oppa tau tentang zena?” tanya Taeyeon tidak percaya

“испада да си жена Беавер” lolongnya, angin di dalam rumah mereka tiba-tiba menyambar-nyambar dengan ganasnya

“oppa? KANGIN OPPA?” jerit Taeyeon yang terkejut atas perubahan oppa-nya itu.

Kangin oppa langsung menyerang Taeyeon tanpa mandang bulu, dan seketika Taeyeon menhghindar dengan sekejap. Tapi Kangin ternyata tidak mau sampai disitu saja, dia memanggil para teman-temannya untuk datang ke rumahnya. Taeyeon yang menyadari hal buruk yang akan menimpanya langsung menghilang dengan sinar hijau.

Tak tahu apa yang ia ucapkan, tapi tiba-tiba saja dia sudah berada di depan rumah bernomer 05. Pekarangan rumahnya cukup luas dan indah. Dia menangis, dan memencet bel rumah itu.

Treeeeeeeeett-

Seseorang keluar dan terkejut menemukan Taeyeon yang seperti itu.

“tae-ya?” serunya khawatir

“uhuhuhuuu- fany-ya!” dia langsung memeluk Tiffany dengan kangen dan sedih.

>>zenalovescovek<<

Makhluk itu sedang memandangi foto seorang gadis berambut blonde. Dia tersenyum kecut karena menyadari kenyataan yang ada. Dia merobek foto itu menjadi beribu-ribu bagian.

“kau kenapa?” tanya Temin yang menyadari hal itu

“covek tidak ada perasaan cinta seperti itu,” tiba-tiba dia menjawabnya dengan yang lain, Temin bingung dan segera membuat ribuan sobekan itu menjadi satu kembali.

“ini siapa?” dia bingung, orang yang menyobeknya itu segera termenung.

Anak laki-laki itu menghampiri gadis blonde itu yang sedang tertawa bahagia, karena gadis itu telah meramal teman-teman di kelas mereka dengan tepat. Dia sudah lama ingin mengajak bicara gadis itu, tetapi tidak ada waktu sama sekali dan hari ini adalah waktunya.

“Jessica?” panggilnya, gadis itu menoleh kearahnya

“ya,”

“boleh aku pinjam kartu tarotmu?” pintanya, gadis itu tersenyum lembut dan mengangguk tanda ya

“nih donghae, aku pinjamkan!” dia menyerahkan kartu tarot itu kepada Donghae

“gomapda,” ucap Donghae, dia mulai mengocok-ngocok kartu tarot itu. Dia juga memiliki kemampuan yang sama seperti Jessica. Dia ingin meramal Jessica.

“kau mau aku ramal?” tanya Donghae kepada Jessica

“mwo? Na?” Jessica terkejut, dan langsung mengangguk-angguk setuju. dia duduk dengan penuh semangat melihat pembagian-pembagian kartu tarot itu.

“baiklah, sekarang bukalah kartu pertamamu, untuk kejadian hari ini.” seru Donghae bersemangat, dengan malu-malu Jessica membuka kartu pertamanya dan tak disangka kartu itu ada tanda kematian.

“masih memikirkan gadis itu ternyata,” ejek Minho yang sibuk dengan buku bacaanya yang tebal itu

“siapa baginda?” tanya Temin masih bingung

“Jessica, dia adalah gadis teman masa kecilnya Donghae,” seru Kangin yang baru muncul di dalam ruangan itu, diikuti Onew dan Kyuhyun.

“bagaimana?” tanya Minho

“dia sudah kabur deluan,” keluh Kyuhyun dengan kesal

“tidak apa-apa, berarti zenanya bertambah satu lagi,” senyum licik terpampang jelas di bibir Minho. Temin yang menyadari sesuatu langsung angkat bicara.

“baginda? Selama beberapa hari ini, kau memakai plester di kakimu, padahal engkau tidak pincang sama sekali ataupun terluka, ada apa?” tanya Temin yang membuat wajah Minho langsung berubah merah

“ah- ternyata gadis itu?” tebak Onew yang sangat kesal, Temin tidak mengerti situasi itu

“ah- aku tidak seperti donghae,” sela Minho

 


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

yuhuuuuu yoreubun. hohohohoooo~ selamat anda telah berhasil membaca FF part 3 ini dengan selamat sentausa (?)

hahahhaa ini salah satu pesenan readers. -___-” katanya part 2 kemaren kurang pnjg jadi thata pnjgi smpek 11 hal. hufft~

jadi kalo ada yg bilang kurang pnjg lg. (siapi golok) hahahhahaaaa~

nah nahhh~ ciyeeee. bnyak yg nebak salah kmaren. yuhuuu~ nastar sama ikannya udh basi. jd thata gnti hadiah deh !

jwaban kemaren itu: minho, dan jessica kenal donghae karena dia adalah teman masa kecilnya Jessica.

ingat waktu flashbacknya jessica yg dia seneng bgt ngeramal temen2nya dikelas? trus tb2 ada org yg minjem kartu tarotnya

dan ngeramal dia? nah itu adalah donghae. ciyee ciyeeee, sulit ya? hohohooo~

ah mianhe kalo castnya makin bnyak, thata aja jadi ribet mencari para foto2 mereka di alam laptop (?) hadehhh~

sangking bnyaknya tuh para cast. hahahahaa untuk cuman suju,shinee dan snsd (huapa? UNTUNG? mksd lo?/PLAKK)

jadi mohon mianhe (?) kalo smakin lama smakin berkeluaran para cast yg di hidden2kan (loh?) jadi selmat mnikmati.

ah maen tebak2an lagi ah. kali ini hadiahnya di masuki castnya ke part 4. tp hnya part 4 ya :D hohohooo~

jadi bgini, ehemmm~ menurut kalian para readers thata tercinta, siapakah diantara ke 9 zena yang berakhir dengan kematian?

jawablah dan jelaskan! (hadehhh-_____-”) thata tunggu ya. hahahahhaaa~ gomawo (pergi nyusul onyu)

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 518 pengikut lainnya.