firefly-ship [oneshoot]
title : Firefly-ship
author : Thata
Cast : Jessica Jung, Kim Jaejong, Krystal Jung
Genre : friendship
Lenght : ONESHOOT
Rating : General
A/N : ceritanya aneh, mengandung hak moral yang gak dimengerti tulisannya.
hohooo~ just have fun story
nb: ff yang benar0benar ngawur, tapi thata nulisnya jadi ingat sama cerita komik gitu. hahahaa~ okeh mohon RCLnya 
JANGAN JADI SILENT READERS,
YUHUUU~ ANNYEONG~ GOODBYEEEE
“jangan bertanding kalau kau kalah!” teriak perempuan berambut pirang itu kesal, dia mengambil anak-anak dadunya dengan genggaman yang kuat
“kau juga, jangan cerewet kalau lagi main! Aaah!” balas laki-laki berbadan sedikit tambun itu, dia memegang beberapa sosis panggang dengan kedua tangan gemuknya itu
“aku gak mau lagi main dengan kau,” ajunya, dia sekarang beranjak dari kursinya dan tidak melihat wajah tambun cowok itu lagi.
“ih dasar perempuan, bisanya marah, ngomel. PEREMPUAN itu MENYEBALKAN!” teriaknya, sampai-sampai sosis yang sedang di kunyahnya keluar tak karu-karuan
“ah babi busuk, KAU JUGA MENYEBALKAN!” balas perempuan itu sambil menangis, dia berlari sekencang mungkin sampai dia tidak melihat wajah tambun laki-laki itu lagi
5 tahun berlalu,
Saat ini kota sedang mengadakan acara karnaval di kuil Dangdom. Semua warga kota tengah sibuk mempersiapkan alat-alat untuk berjualan dan berdagang.
“sicaaaaaaaaaaaaa,,” omel Amma yang sedang mengumpulkan kayu bakar di atas keranjang sepeda butut
Sica langsung berlari-lari kecil ke depan rumahnya, dan menemui Amma-nya yang separuh bawel dan cantik itu.
“ya ma?” tanyanya, dan sang Amma langsung menoleh kearahnya.
“hari ini kau yang berjualan di kuil dangdom ya?” pinta Amma
“ah amma, ntar aku di ejek sama Jaejong dan teman-temannya!” ngambek sica, dia memanyunkan bibirnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak mau
“halahhh~ kalau udah tahu miskin gak usah pakek malu-malu segala,” bawel Amma yang sudah mulai naik darah ,”nih, kesana hayooo Appa sudah pergi deluan!” Amma menyodorkan sepeda butut itu kearah Sica, mau gak mau Sica menerimanya
“hah amma, pasti mau nonton Cinderella step sisterkan?” tebak Sica, Amma langsung menatap Sica dengan tatapan maut
“ehhh anak kecil bawel, udah sana-sana!” dia mendorong Sica untuk pergi jauh-jauh dari depan pintu rumah.
PLAKKK- dan akhirnya Sicapun harus mengayuh sepeda butut itu sendirian.
Kejadian ini selalu dia alami, tidak heran setiap 1 tahun sekali kuil dangdom selalu mengadakan karnaval besar-besaran, dan warga setempat juga tidak mau kalah memperdagangkan berbagai macam dagangan untuk para pengunjung. Sica selalu menjadi salah satu pedagang disana, setiap tahun dia di ejek oleh teman-teman sekolahnya di SMP Canggum09, Jaejong and the genx. Sica berwajah semberawut mengingat ulang kejadian-kejadian menyedihkan itu. Tak ada seorangpun yang mau berteman dengannya, bahkan bertegur sapa. Dia benar-benar sendirian di kota yang kecil ini, seorang gadis kecil berumur 14 tahun.
Blushhhhhhh- suara angin dari bawah berbunyi, tiba-tiba sepedanya menyekit dan berhenti dengan sekita. Sica turun dari sepedanya, dan astaga betapa sialnya dia selalu. Ban sepeda itu bocor, dan paling parahnya paku yang membuat ban dia bocor juga masih menempel cantik di bannya.
“ah, gak ada hal lain apa selain ban bocor?” omel Sica yang mencabut paku itu dari bannya.
“kekekekkeeee!!!“ tawa sana-sini, Sica seorang gadis kecil yang pemberani dan dia tahu itu adalah suara tawa yang khas dan tentu saja dari pemilik yang khas.
“aahhh- the genx!” seru Sica sambil mencari-cari asal suaranya
Sicapun sabar atas perbuatan manusia nista yang telah membuat bannya bocor total itu, dan dia mendorong sepeda bututnya itu yang berisi kayu-kayu bakar hingga sampai ke karnaval kuil dangdom.
“selamat datang di karnaval kuil dangdom, disini seluruh warga kota dapat berdagang sesuka hatinya kepada para pengunjung, nikmatilah karnaval ini karena hanya terjadi sekali setahun dalam 1 tahunan, eh iya…bangsai (?)” pidato kakek kuil
Akhirnya sica tiba di stan keluarganya, Stan bakso urap mantap. Entah apa yang bisa dia banggakan dari stan kecilnya itu, mungkin karena Appa-nya tampan makanya pengunjung tiada berhenti berbaris di depan stan kecil mereka itu.
“eeh- gak kerja pirang?” ejek seseorang, dan Sica menoleh keasal suara itu
“ah kau ternyata babi tambun,” sekilas pipi sang pengejek langsung memerah
“pirang jelek!” ejek teman-temannya
“jangan kau sakiti hati sucinya jaejongku!” bela seorang gadis yang mirip seperti boneka Barbie, dia memeluk lengan anak lelaki yang berwajah merah itu
“ihh! Jijik,” muntah Sica, dia pergi meninggalkan gerombolan anak-anak pengganggu itu
“eh pirang?” panggilnya lagi, kali ini dia menyusul Sica dan menyentuh pundaknya
“iiiiiiiiiiii, jangan sentuh-sentuh aku babi tambun!” ngeri Sica, dia langsung berwajah jijik
“aku tidak menyentuhmu bego,” kesalnya
“jadi jadi itu apa tadi? Kalau namanya bukan menyentuh pintar?” kesal Sica
“itu hanya, errrr- sudahlah!” dia mencoba menyela pembicaraan ,”lebih baik kau ikut denganku!” ajaknya, kali ini dia benar-benar menarik tangan Sica
Sica diajak kerawa-rawa sebelah kuil dangdom, memang kuil dangdom itu dikelililngi hutan yang dipenuhi oleh rawa-rawa seram.
“ehhhhhhhhhhhhh ngapain kesini?” jerit Sica, dia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman anak lelaki itu
“nah disini!” tunjuknya, Sica tidak memperhatikan arah tunjukkannya
“apa sih?” omel Sica, dan anak laki-laki itu langsung menutup mulutnya Sica karena dia berisik
“hemm happouaa, aaaaaauhopoea soouihh” Sica masih saja mengomel-mengomel tidak jelas
“diamlah sica, kau ini gak bisa diam apa?” kesal anak lelaki itu, Sica langsung diam membisu karena baru pertama kali ini anak lelaki itu memanggil nama aslinya, bukan Pirang.
“eh lihat, semakin banyak!” serunya antusias,”kau suka kunang-kunangkan sica?” tanyanya tiba-tiba membuat Sica terkejut
“wuaaaaaaaaaaa~~ KUNANG-KUNANG!” seru Sica senang, dia langsung menyeludruk ke depan, ingin melihat jelas kunang-kunang itu
“eehh- tadi gak bersemangat sekarang malah bersemangat,” kesal anak lelaki itu ,”tapi bagus deh!” dia tersenyum senang
“uwahhhh~ KUNANG-KUNANG, aku suka kunang-kunang!” jeritnya histeris membuat sebagian kunang-kunang itu kabur
“kau jangan menjerit, dia ketakutan!” pinta anak lelaki itu
“darimana kau dapatkan kunang-kunang ini?” tanya Sica antusias
“err 5 tahun yang lalu, Appa membawa pulang sepasang kunang-kunang. Dan aku kembang biakkan mereka menjadi banyak seperti ini” jawabnya
“kenapa kau tidak pernah bilang?” tanya Sica
“ahh- waktu itu ada seseorang yang marah besar padaku, aku jadi tidak berani bercerita kepadanya!” jawabnya sambil menatap langit malam
“oh jadi kau menyalahkan aku?” tebak Sica yang kesal
“ah bukan bukan,” selanya, dia tersenyum ragu sebentar ,”baiklah, aku tahu dulu aku salah! Jadi maafkan Kim Jaejong si babi tambun ini,” ucapnya
“wahh! Tumben,” seru Sica tidak bergeming
“YA! Aku sudah meminta maaf,” teriak Jaejong kesal
“YA! Aku dengar,” balas Sica tak kalah kesalnya
“jadi kau mau memaafkanku?” tanya Jaejong
“tidak akan pernah!” jawab Sica, dia membalikkan tubuhnya dan kembali melihat kunang-kunang itu dengan seksama
“salah besar!” seru Jaejong, dan Sica menoleh kearah Jaejong lagi tetapi sudah tidak ada siapapun disana. Sica ditinggal sendirian disana.
Baiklah ini adalah malam terburuh bagi Sica, ban bocor, menemani Appa di karnaval, bertemu dengan Jaejong and the genx dan lebih parahnya lagi dia harus tersesat di hutan kuil Dangdom itu. Untunglah dia gadis pemberani, jadi dia berjalan menelusuri jalanan-jalanan hutan itu dengan hati-hati.
Srekk…srekk- bunyi dedaunan semak-semak, kaki Sica semakin pelan melangkah dan dia melirik ke kanan dan kiri. Tidak ada siapapun, dia mulai gelisah karena ada seseorang yang mengikutinya dari belakang.
“kekekekke~” tawa itu, dia sangat mengenalinya, bukan tawa si tambun yang pasti
“heiiii-” panggil Sica agak seram, dia menoleh ke kanan dan kiri lagi, jekpot tidak ada siapapun disana.
Sring- cahaya-cahaya gemerlap yang berasal dari hewan kecil itu menyinari perjalanannya Sica. Sica beruntung karena dia ditemani oleh kunang-kunang tadi. Dia semakin berani untuk melangkah maju ke depan dan menemukan jalanan yang benar. Tapi tiba-tiba dia mendengar suara tangis anak kecil.
“uhuuhuu…hikkss!” tangisan itu membuat bulu kuduk Sica berdiri dengan cepat
“siapa itu?” tanya Sica agak cemas, dia mengikuti arah tangisan itu. Kunang-kunang yang menunjukkan jalan kepadanya tadi tidak mengikuti langkah perginya Sica ke suara tangisan itu.
“ah-” dia mencelos, ternyata yang menangis seorang gadis, dia takut itu bukan manusia.
“hiks…uhuhuhuu~” masih saja menangis
Sica dengan perlahan, dengan penglihatan yang agak gelap itu memberanikan diri untuk mendekati gadis yang sedang menangis itu. Hap- tibalah dia disamping gadis itu, dan dia meraih punggung gadis itu.
“hai pirang! Kau terjebak!” tawanya seperti iblis, dan jarring-jaring yang tersembunyi manis di balik semak-semak itu langsung menyerang Sica.
Kali ini Sica dibungkus rapi di atas pohon cemara dengan jarring-jaring yang telah dipersiapkan gadis yang menangis itu. Salah besar, dia adalah temannya Jaejong tadi ternyata, gadis yang mirip seperti boneka Barbie.
“hei, apa maksudmu Cystal?” tanya Sica yang masih meronta-ronta di dalam perangkap jarring itu
“hah- aku sudah bosan melihatmu pirang, kenapa sih jaejong tidak menghabiskanmu dengan segera, huh-” kesalnya, dia mengusap air matanya tadi
“dia sudah menghabisi aku tahu,” bantah Sica
“yaaa! Tapi masih seperti biasa, seperti anak-anak,” keluh Cystal ,”menyuruh teman-teman untuk tidak menegurmu, mengerjaimu, tidak berteman denganmu, mengejekmu, tetapi terkadang menyuruh Jong untuk bersikap baik padamu, aneh!” ceritanya, dia mondar-mandir tidak jelas
“hah- aku sudah tahu kalau dia dibalik semua kesengsaraanku selama ini, tapi” Sica terdiam sebentar ,”tapi Jong juga ulah dia?” tanya Sica tidak percaya
“ahh-” tampaknya Cystal mendapati ilham sesuatu dan kembali memandang keatas, tepat dimana Sica terjebak antara jarring-jaring itu “kau akan merasakannya,”
“apa? Aku tidak mengerti,” ulang Sica
“baiklah, selamat tinggal pirang!” ucap Cystal yang segera meninggalkan Sica di tengah hutan itu
“HEYYY MAKSUDMU APA?” teriak Sica yang mulai panic, Cystal tidak menanggapi teriakan Sica itu.
Sica kembali menatapi sekitarnya, sekarang dia berada di atas pohon cemara. Sangat gelap, suram dan juga sepi. Tidak ada sinar yang meneranginya. Dan lagi dia terjebal diantara jarring-jaring itu. Dia mau menangis, tetapi dia urungkan.
“ahhh- aku pasti dimarahi Umma karna tidak membantu Appa di karnaval,” keluhnya agak khawatir. Oh Sica jangan cemas, Appamu sedang bersuka ria melayani para pelanggan, dia juga tidak ingat kalau kau tadi datang untuk membantunya.
Sring- sinar kuning kekuningan itu muncul beberapa menit Sica terjebak di jaring-jaring itu. Sica terbangun, dan menemukan beberapa kunang-kunang yang tadi menunjukkan arah jalan pulang kepadanya.
“ah kunang-kunang,” serunya senang
Kunang-kunang itu hanya berputar-putar di sekitar jaring-jaringnya Sica. Sica belum mengerti apa yang dilakukan oleh kunang-kunang itu.
“hey kunang-kunang, tersesat juga?” tanya Sica khawatir
Beberapa kunang-kunang pergi meninggalkan Sica, dan yang tesisa hanya dua kunang-kunang yang masih setia memutari jaring-jaringnya Sica.
“ah! Ada apa dengan kalian berdua?” tanya Sica yang ragu-ragu
Beberapa menit kemudia, Srek- suara semak-semak lagi terdengar dan kunang-kunang yang sedari tadi menemani Sica itu langsung kabur.
“ahhh- mau kemana?” tanya Sica sedih
“SICA???” jerit binal manusia nista yang beberapa menit lalu membuat Sica kesal
“hah- mau apa kau kesini?” tanya Sica kesal
“yampun, kunang-kunang itu yang membawaku,” jawabnya juga kesal
“kunang-kunang? Cihh- dasar pembohong!” Sica tidak percaya
“cih, aku juga tidak sudi melihatmu,” kesal Jaejong, dia membalikkan badannya dan ingin pergi dari daerah itu
“eh..eh” Sica yang menyadari kepergian Jaejong langsung ketakutan ,”kau mau kemana? Tidak menurunkan aku?” tanya Sica
“apa?” tanya Jaejong terhenti , dia membalikkan badannya ,”kau ini PEDE sekali, ih-”
“YA! Kau tidak mau menurunkan ku ha?” bentak Sica agak marah
“dasar kasar, aku tidak akan menurunkanmu kalau kau masih berteriak-teriak seperti itu lagi,” kesal Jaejong sambil menutup kedua kupingnya
“aku juga tidak mau turun, kau tidak berniat ternyata menurunkanku,” sebal Sica
“uh-” Jaejong segera mencari-cari tali yang mengikat di sekitar pohon cemara itu
“kau sedang apa?” tanya Sica penasaran
“aku sedang mencari talinya, diamlah!” jawab Jaejong kesal
“oh baiklah!”
Beberapa menit kemudian, tetap saja Jaejong tidak menemukan tali yang mengikat di antara pohon-pohon cemara itu. Sekarang Jaejong sudah pasrah.
“kau tidak menemukannya?” tanya Sica khawatir
“tidak ada, aduhhh!” sebal Jaejong, dia masih berusaha keras mencari tali itu
“sudahlah! Biarkan saja aku disini,” akhir kata Sica
“kau jangan menyrah dong,” omel Jaejong ,”baru segini saja kau sudah menyerah! Mana Sica yang ku kenal dulu?” ejek Jaejong
“sica itu sudah hilang TAHU!” bentak Sica, dia kembali terdiam
“lagian, kenapa kau main-main di atas jaring sih? Kurang kerjaan,” keluh Jaejong
“ini perbuatan yeojachingu-mu tahu, uh-” kesal Sica
“siapa?” kaget Jaejong
“CYSTAL, siapa lagi kalau bukan dia?” bentak Sica
“dia bukan yeojachingu-ku,” sela Jaejong tidak mengaku
“ya…ya! Siapapun dia, yang pasti dia sangat membenciku dan membuatku sampai seperti ini,” sebal Sica
“seingatku, Cystal tak pernah benci dengan seseorang, dia juga gadis yang baik hati, tidak akan pernah berbuat yang sejahat ini,” sambung Jaejong
“yampun tambun, kau ini benar-benar tambun deh! Kau sudah ditutupi oleh kecantikan si Barbie itu, heyyy” seru Sica agak kesal ,”jadi aku yang membuat jebakan ini sendirian? Dan membuatkan ku bergelantung di atas pohon cemara seperti ini?” kesalnya
“yah siapa tahu,” lanjut Jaejong
“tidak mungkin bodoh,” sela Sica kesal
“huh~ jadi bagaimana kau bisa turun sekarang?” tanya Jaejong pasrah, dia duduk sambil memangku tangannya
“huh- molla!” sambung Sica juga pasrah
Setelah menit-menit yang membingungkan itu, tiba-tiba Sica tersentak dengan sesosok makhluk yang mempunyai sinar yang amat terang. Dia tersenyum senang melihatnya, dan kembali menatap Jaejong yang sudah berhasil tidur dengan nyenyak di dekat semak-semak.
“JAEJONG!” panggil Sica
Sinar itu semakin banyak dan semakin menyelimuti jaring-jaring itu, Sica semakin senang dia kemabli memanggil Jaejong.
“JAEJONG!!!!!” panggilya, kali ini Jaejong bergeming dan dia membuka sedikit matanya
“apa sih?” Jaejong masih mengantuk, dia menggosok-gosok matanya dan melihat dengan serius kearah Sica.
“lihat, kunang-kunangnya,” seru Sica senang
Kunang-kunang itu mengangkat Sica yang berada didalam jaring, sungguh ini sangat diluar dugaan. Sica melayang-layang di atas sinar-sinar gemerlap ribuan kunang-kunang itu. Indah sekali, kejadian yang menakjubkan.
“sica…..” panggil Jaejong tidak percaya
“jaejong….kunang-kunangnya,” serunya antusias, bahkan bulan yang masih bertengker cantik diatas langitpun mengedipkan silauan yang khas.
Sring- jaring-jaring itu hancur, musnah dengan sekejap. Sica hup- langsung melompat sigap dan mendarat dengan indah. Kunang-kunang itu dengan seketika menghilang.
“kau lihat itu? Ajaibkan?” seru Sica antusias, Jaejong masih terdiam
“wooiiii, kau melamun?” kejut Sica kepada Jaejong, dia melambai-lambaikan tangannya di hadapan Jaejong
“yampun kau lihat itu sica?” seru Jaejong agak terlambat
“iyaa iya, aku lihat jaejong,” setuju Sica, dia merangkul tangan Jaejong dan mengajaknya pergi dari daerah itu
Di perjalanan pulang menuruni bukit-bukit hutan ke kuil Dangdom.
“ehh- sejak kapan kita bergandengan tangan begini?” tanya Jaejong agak gugup
“sejak 5 tahun yang lalu,” seru Sica senang
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
ini khusus untuk ff yang bergenre friendship. hahha tidak ada maksud lain deh. okeh gomapda udah RCL
ohyaa 9zena-nya belom dilanjuti ya? hahahhaa, yampun thata lupa /PLAK
yaudah kalau begitu nikmati saja ff ini dulu, 9zena part 5 akan segera datang menanti. fufuuu~






keren critanya..
tpi koq jaejoong di sni gendut sih?
hehe..
ditunggu ya crita lainnya..
keren? uwahhhhhh gomawo (kisss kisss) hehehee
ooh iya, dulu dia gendut. tp pas gede udh gak lagi kok. hahahhahaaa
okehhh cerita yg lainnya ya? hahahhaa okeh gomawo udh baca
ahh thata ada ff baru tuh baru dipost (apasih tha) hahaaa
. certa na seru .
. suka.suka .
. sica onnie qu ma jaejong oppa .
. emm .
. jae oppa tuh sbnr na dr kecil suka ma sica onnie yahh?!
oohya? seru ugyaaa gomawo :”)
suka suka suka? ugyaaaaaa gomawo lg (?) /PLAK
iyaaa sica emng sama jaejong. trinspirasi sama mv haptic motion (ho?)
iyaa sbnrnya dia udh suka, sicanya sih nganggep dia shabt dr dulu. tp krna sesuatu
jd dia marah… hahahahahhahahaa makanya krystal bisa cmburu buta gt
wahhhhh ikka mantep deh, bisa nebak (ho?)
gomawo