Little Prince

[FanPic] 2MIN in The story Pictures part 1


annyeong- ini ff gajeh dari thata yang lain. setelah ufo reply dari snsd itu. thata buat ff yang lain lagi

pastinya yang lebih gaje lg <<ngaku-ngaku/PLAK

tapi benar deh, ini ff-nya terisnpirasi dari piku-pikunya 2min. hahahha sumpah ngakak banget.

awalnya cerita seorang Minho yang adalah seorang kakak dan Taemin adalah seorang adik :

krusuk…krusuk….Temin sedang memasukkan barang belanjaannya tadi dipasar bersama Tante Key, kedalam kulkas.

dia memilih-milih bentuk telur yang besar untuk dimasaknya nanti, dan juga melihat jam pulang kerja kakaknya Minho. 1 jam cukup untuk membuat telur dadar batinnya

kring-kring telponnya berbunyi

temin : “yeobsseyo?”

tante key: “temin-ah? sudah kau masak telurnya?”

temin :”sudah tan, ini lagi dimasak”

tante key: “jangan lupa diberi merica dan juga garam secukupnya,”

temin :”sip tan, aku sudah masuki satu sendok makan garam sama mericanya kedalam adonan telur,”

tante key: “…”

temin :”kenapa tan?”

tante key: “KAU MAU MEMBUNUH KAKAKMU YA?”

temin: “LOH???? kok tante tereak2 gitu? emang kenapa?”

tante key: “itu namanya kau mau membunuh,” tut…tut….tut….teleponpun terputus, Temin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanda sudah memaklumi keanehan Tante-nya itu.

tepat pukul 5 sore, temin sudah menyiapkan semua pekerjaan rumah, dari dapur, ruang tamu, kamar mandi, bagasi, lemari, kulkas dan juga isi perutnya dengan rapih.

dia tersenyum bangga dengan hasil karyanya itu, sebuah telur adonan yang lebar berbentuk bulatan sepeda sudah terpampang menggiurkan di atas teplon. dia berfikir-fikir keras,

kenapa aku tidak membuat kejutan saja ya dikamarnya kakak? batinnya lagi, kini dia menggotong hasil karyanya itu kedalam kamarnya Minho. tak lupa dia memakai celemek dan juga

sebuah handuk beserta piyamanya. dia berniat juga mau mandi dibathup kepunyaannya Minho. mumpung kakak masih lama pulangnya batinnya berkata seperti itu

TREEEETTT- bel rumah-pun berbunyi. Temin tampak kaget, karena kakaknya lebih cepat tiba dirumah tidak seperti dugaannya.

buru-buru dia menyelipkan celemek pink berenda-nya itu di lehernya, dan mengikat pita diatasnya. baiklah kakak akan masuk dalam hitungan ketiga…1…..2….

krekkk- pintu sudah agak terbuka….dannnnn….3….batinnya

temin : “yuhuuuuuuuuu~”

minho: “……”

temin: “kakak, aku membuat makanan kesukaanmu,”

minho: “……”

temin: “ayooo kemari, telur dadar nih!”

minho berwajah pucat, dia menundukkan kepalanya. beberapa menit berlalu baru dia bisa menerima kejadian yang diluar dugaannya ini.

minho: “TEMIN!!! APA-APAAN SIH KAU INI?”

temin :”loh? kok apa-apaan sih?”

minho:”ADA APA DENGAN DALEMANMU ITU HA?”

temin: “daleman? apaan sih”

minho: “PAKAI BAJUMU AH, DASAR OTAK MESUM” PLETAK, sebuah pukulan maut mendarat keatas kepalanya Temin. ternyata temin lupa memakai baju, dia terlanjur

semangat membuat kejutan untuk Minho sampai lupa kalau dia cuman memakai daleman doang.

Malamnya dia berniat untuk meminta maaf kepada kakaknya itu, dia benar-benar merasa bersalah. Temin mempunyai ide yang jenius kali ini.

dia meronggoh-ronggoh isi kotak peti hartanya. dan disana ada sebuah kotak DVD bajakan yang layut dimakan jaman. dia cengengesan melihat kotak DVD bajakan itu.

kring…kring kali ini Temin mengangkatnya dengan semangat

temin : “yobesseyo?”

om donghae: “temin? mana kakakmu?”

temin :”lagi main ketetangga sebelah om”

om donghae: “oh..nanti kalau udah balik, tolong bilang ya seperti ini: minho kau jadi tidak pergi ng-date sama krystal? biar aku juga bisa pergi ng-date sama kakaknya, begitu ya temin”

temin :”oooowkeh deh om”

tut…tut….tut……sambungan teleponpun terputus. Temin segera membawa DVD bajakan itu  kedalam kamarnya Minho dan memutarkannya diTV-nya Minho.

pasti kakak suka batinnya senang. kali ini dia sudah memeriksa pakaiannya, check! sudah memakai piyama dan mencium keteknya , check! harum sekali.

dia sudah menyiapkan mikrovon dua, satu untuknya dan satu lagi untuk Minho. tak lupa dia memasang lagu kebangsaannya Minho.

pasti kali ini dia senang. yeahhh batin Temin makin semangat

Je bahl
Gi hwe leul jwah yo
Nahl boh neun noon ma chi
Nul ahn goh shi puh suh
Ahn dahl nahn nae geh jahng nahn chi neun yuh oo ga ta

Temin memulainya nyanyiaannya, dengan suara becek-becek tak tertahannya itu. dia melenggak-lenggokkan pinggulnya yang tepos itu.

Juliette ohh
Yung ho neul ba chil ggeh yo (so I get you )
Juliette ohh
Jeh bahl nahl ba da jwa yo
Juliette ohh
Dahl kom hee jom duh dahl kom ha geh
Sok sa guh na eh serenade

kali ini suara derap langkah kaki kakaknya terdengar, dan sedikit mulai sedikit pintu kamar itupun terbuka dan tampaklah Temin sedang bersenandung dengan bagian Rapper nyanyian itu

Dahl kom han oong dok hwal hwal beul ta oh leu neun yoo hok
Lip sseun doh gi la doh……..

Nyanyianpun tidak dilanjutkan, Minho masih terdiam belum menyadari keadaaan, dia membuka bajunya karena gerah dan menghidupkan lampu saklar kamarnya

Temin:” I’m romeo geu daehl ji ki neun gi sa doh
Yoo ri byung eh gahd heen sa rang eun bbahl gahn shin ho”

Minho: “……..”

Temin :”ayoo kak kita nyanyi”

Minho: “………”

Temin: “tadi ada telpon loh dari om donghae, katanya malam ini kakak jadi tidak kencan dengan kak krystal?”

Minho-pun masih shock dengan kejadian itu, dia langsung memakai baju yang dia buka tadi. dan mengeluarkan kunci mobilnya, dia pergi meninggalkan Temin.

temin : “kakak….” Temin terdiam, dia menoleh kearah pintu, DOENG sudah tidak ada Minho lagi disana. dia ditinggal sendirian didalam kamar.

beberapa hari telah berlalu, Temin sudah kapok untuk membuat kejutan kepada Minho, sampai-sampai Minho bertanya kepada Temin, apakah dia sakit? karena tidak bertingkah aneh lagi.

tetapi kekapokan Temin berhenti ketika dia melihat malam itu, Minho sedang menonton TV. dia menonton acara sulap, sepertinya Minho sangat suka dengan acara sulap.

sebuah ide lagi muncul diotaknya Temin. pasti kali ini berhasil yah batin Temin bangga

Temin menelpon teman sekolahannya yang sangat menyukai sulap keesokannya,

Onyu: “yobessyeo!!”

Temin :”onyu..kau menyewa peralatan sulapmu itu ya?”

Onyu :”ini dengan siapa ya?”

Temin: “temin dong”

Onyu: “perjam 50000″

Temin:”mahal banget”

Onyu:”yah kalau tidak mau bernegosiasi jangan menyewa”

Temin:”hah- iya deh, nanti sore aku datang kerumahmu”

Onyu:”sekarang saja, nanti sore aku harus berjualan ayam lagi”

Temin:”yahhh- siapa kek, aku butuhnya sore. masa mau sekarang?”

Onyu:”yah kamu ambil sekarang terus pakeknya ntar sore, susah deh”

Temin: “jahh- mahal tau!”

Onyu:”ohiya ya? tapi udah resiko sih”

Temin:”pokoknya nanti sore aja, bodo amat mau kau tidak ada atau ada!” tut…tut…tut…sambungan teleponpun terputus

Sore harinya, Temin mengayuh sepeda gunungnya untuk datang kerumah Onyu. dia berpapasan dengan Bibi Lee, tetapi Bibi Lee bilang

kalau Onyu sedang mengantar Ayam kerumah Paman Heechul. Temin-pun diminta untuk menunggu Onyu untuk pulang.

srekk…srek….seseorang memperhatikan Temin dari tadi. Temin sudah menduga ada yang menguntitnya dari tadi, dia melirik kanan dan kiri

Temin: “keluar saja, aku sudah tahu kok” seorang gadis berumur 5 tahun, mirip dengan Onyu dengan ingus meler-meler dihidungnya pun keluar dari persembunyiaan

Hoogeun:”kakak temin”

Temin:”euuuu- adik hoogeun”

Hoogeun:”kau hari ini tampan sekali”

Temin:”ya setiap hari aku tampan kok,”

Hoogeun:”kakak ada urusan apa datang kerumah kami?” dia memberanikan diri untuk nyempil-nyempil didekat Temin, Temin merasa geli dengan ingus yang menjutai indah di idungnya itu

Temin: “hei…hei..hei…jangan nyempil-nyempil dong”

Hoogeun:”hehhee- maaf kak”

Temin:”dimana kakakmu si pelit itu?”

Hoogeun:”kak onyu ya?”

Temin:”ya siapa lagi”

Hoogeun:”dia lagi pergi nganteri ayam kerumahnya Paman Heechul”

Temin: “ohh- jadi kau tahu tidak dimana peralatan sulapnya disimpan?”

Hoogeun:”tau dong,”

Temin:”DIMANA?” sangat bersemangat

Hoogeun:”ehmmm- gak boleh tahu”

Temin:”ih kau ini pelit deh, hayoo beri tahu aku”

Hogeun:”nanti aku dimarahi kak onyu”

Temin: “hah- kalau bukan karena kak minho, aku tidak akan mau melakukannya,” Chu~ Temin mengecup pipi Hoogeun, mengakibatkan jantung anak berumur 5 tahun itu berdetak lebih kencang

Hoogeun:”kakak…..”

Temin:”jadi dimana?”

Hoogeun:”disitu..” gadis kecil itu menunjuk kearah gerobak butut, Temin langsung mengacak-ngacak gerobak itu dan akhirnya dia menemuka peralatan sulap itu. dia tersenyum bangga.

Dirumah, Temin sudah memakai pakaian set ala pesulap profesional, dengan topi hitam dan juga tongkat sihirnya. dia mencoba-coba trik kecil dulu, dan aha- dia bisa melakukannya.

kembali dia menggotong semua peralatan sulap itu kedalam kamarnya Minho. dia tertawa senang akan keberhasilannya nanti. aku memang jenius batinnya Pede.

dug…dug….dug…….derap langkah kakinya Minho semakin cepat, dan semakin cepat pula Temin melakukan sulap yang sudah dipelajarinya tadi.

krek–pintu terbuka, Minho menampakkan wujudnya

Minho: “temin? sedang apa kau?”

Temin: “hahha..ano…ini…GYAAAAAAAAA-”  DUARRRRRR- ternyata sulapnya gagal, karena terlalu gugup dan senang, dia meledakkan semua peralatan sulapnya Onyyu

Minho: “TEMINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN”

Temin: “mianhe……uhuhuuu” DUAGH/PLETAK dua tonjokan hebat mendarat diatas kepalanya. kali ini dia benar-benar kapok.

beberapa hari sesudah itu. Minho mendapat panggilan dari Bos dikantornya, dia bersama Temin harus mendatangi acara tersebut. mereka harus memakai pakaian adat korea.

tepat pula, hanbok mereka warnanya samaan yaitu berwarna putih. disepenjang acara tersebut, mereka dibicarakan oleh seluruh tamu. karena memakai baju kembaran.

Minho malu, dan dia mengajak Temin untuk pulang kerumah, Temin sedih melihat kakaknya seperti itu. dia mempunyai ide yang lumayan bagus untuk hari itu.

mungkin seperti anak kecil, dia ingin membuat kakaknya Minho tertawa hari itu tidak bersedih. atau lebih tepatnya senang.

Temin menyeludup masuk kedalam kamarnya Minho, dan menyiapkan beberapa kertas perca sobek dan juga terompet, dan beberapa hiasan coreng moreng diwajahnya.

ketika derap langkah kaki Minho terdengar ditelinganya, dia segera menyiap-nyiapkan kejutannya.

Temin: “SURPRISEEEEE!!!”

Minho: “TEMIN?” terkejut, dan melihat ke sekeliling kamarnya

Temin: “kakak masih marah dan bersedih?”

Minho: “ha? maksudmu apa?”

Temin: “kau sedih karena acara tadikan? dan sekarang kau marah dengan perbuatanku kan? hayoo kak- marahi aku”

Minho: “loh kok begitu?”

Temin: “kan dengan kakak meluap-luapkan kemarahan kakak denganku, maka hati kakak bisa kembali seperti normal lagi, lega maksudnya”

Minho: “eh” dia melihat wajah coreng moreng adiknya itu dengan seksama. rasanya dia ingin menangis, tetapi dia urungkan, dan sebuah senyuman senang terdapat jelas diwajahnya.

Minho: “SURPRISE…AKU SUDAH TIDAK SEDIH LAGI,”

Temin: “ehhh-masa?”

Minho: “iyadong…hahaa-”

Temin :”yey-”

mereka pun berpesta-pesta didalam kamar, tetap memakai hanbok yang kembar. entah darimana suara dendangan lagu RingDingDong terdengar, dan semakin membuat mereka berpesta gila-gilaan didalam kamar itu.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

okeh- part 2-nya nantikan yah. hahahha sudah larut malam sekali jadi piku keduanya besok disambungi. see ya….

Single Post Navigation

2 pemikiran pada “[FanPic] 2MIN in The story Pictures part 1

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 518 pengikut lainnya.