[oneshoot] I’m a GEE
title : I’m a GEE
author : Thata
Cast : Lee Donghae SUJU, Lee Soonkyu SNSD, Lee Jinki SHINee, all member SNSD
Genre : Romance
Lenght : Short Story
Rating : General
Disclaimer : siapa yang tau? tapi cerita asli saya, humm!
A/N : Inspirasi? ooh, gak tau awal mulanya darimana, padahal tadi mau buat FF sesuai yang ada dipelajaran Skenario tadi
ternyata gak kesampaian, jadilah seperti ini FFnya, agak abal-abal (?) ya begitulah, gak mengerti feelnya, apa yang thata rasakan aja
terus hummmm, inspirasinya dari ff seseorang yang memakai kata-kata dialog seperti itu, terus uhmm inspirasi dari Jinki
yang selalu thata tindas, hahaha karena dia bias thata jadi tak pernah thata buatkan FFnya, ckckckckk ya begitulah Happy Reading
NB : mungkin ini awal saya muncul di dunia perFF-an lagi, jadi selalu dukung saya ya (?)
NO SILENT READERS, HANYA BOLEH GOODTHAS DISINI.
Dia, hah! Dia hanya bisa tersenyum, dia juga hanya menatap lurus, dia hanya berfikir satu, yah dia!
Tes…..tes…….tes…..! air dikeran menghitung mundur
Matanya terbuka secara perlahan, ah Eye Smile, dia memiliki itu
“Ah Oppa, ah!” suaranya juga seperti dibuat-buat manja, padahal aku juga tahu bahwa suaranya seperti itu, terlalu manja dan aku suka
“Dear-” aku menyentuh kulit halusnya, campuran sutra antara susu, lembut dan juga halus, terbuat dari silicon apa dagingnya ini?
“Kau baik-baik saja?” dia mengangguk sekali dengan lembut, bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman memaksa, senyuman tertahan, bibir padatnya itu berwarna soft pink, ingin sekali aku lumatkan, ingin sekali membuat bibir itu berfungsi sebagaimana itu diciptakan
“APA yang terjadi oppa? Dimana Jessica?” tubuhnya mungil sekali, lincah dan juga energik, tubuhnya sudah stabil dan juga berfungsi dengan normal, dia mencari-cari seseoranya yang bernama Jessica, Jessica ya?
“Dia tidak selamat,” jawabku, membuatnya terhenti dari pencahariannya, menatapku tidak yakin dan juga curiga, “bahkan Yuri dan Yoona juga,” tambahku sebelum dia menanyakan yang lainnya
“Karna kejadian itu?” tebaknya, langkahnya maju dengan mantap, sekarang dia menyadari, ruangan yang dia pijak dan tepati telah habis dimakan api, hitam tak menyisahkan satu apapun yang ada disana, hanya ada dia dan aku mungkin
“Kau ingat kejadian itu?” dia menoleh dan tersenyum kecut, bibir itu sangat memainkan perannya didalam tubuh mungil itu, mengesankan bahwa itu yang paling istimewa dimiliki olehnya
“Saat itu aku dan Jessica,” dia memejamkan mata Eye Smile itu ,”membawa sebatang lilin yang menyala ke labolatorium, Jessica ingin memberikan Oppa sebuah hadiah tetapi tanpa sengaja lilin itu tersenggol oleh seseorang, aku tidak mengerti kejadian itu begitu cepat, Jessica seperti terseret oleh api-api, dan aku,” dia membuka mata Eye Smile itu, menatap keseluruh ruangan ,”hitam!”
“Kau tau siapa pelakunya?” dia menggelengkan kepalanya, yah mana mungkin dia tahu siapa pelaku atas semua ini. Rumahku habis, tak ada yang tersisa, hanya dia yang masih ku miliki, garansi oh untung saja dulu aku memiliki garansi atas rumah ini, sekarang aku tahu perbuatan siapa semua ini.
$$$$
Lee Donghae, 28 tahun sebagai pengusaha toko boneka yang paling terkenal di seluruh Seoul dan sebagai seorang pelopor Entertaint yang sudah tak diragukan lagi orang-orangnya. Memakai tuxedo putih, arloji keemasan dan rambut tersisir kedepan dengan rapi, itulah aku, sang Direktur dari Gee city yang sedang tertimpa kemalangan. Rumahnya dilahap oleh si Jago Merah, dan seluruh harta-hartanya juga musnah dalam satu malam itu. Dia menghadiri konfrensi pers bersama satu-satunya yang tersisah dan terselematkan oleh musibah itu.
“Saya sangat berterimakasih atas kekhawatiran public dengan diri Saya dan juga koleksi-koleksi boneka Saya,” wajah-wajah mereka, cih! Semuanya menipu
“Jadi apakah anda akan membuat beberapa boneka untuk menggantikan Jessica Jung, Kwon Yuri dan juga Im Yoona?” salah satu wartawan wanita menyolotkan sinar Eye Smile-nya, dia terpaku atas pertanyaan itu, aku tahu dia belum terbiasa dengan semua ini
“Saya harap garansi bisa membalikkan mood saya, agar saya bisa membuat boneka pengganti untuk mereka,” senyuman palsu, lagi-lagi aku muak
“Tapi bagaimana dengan iklan-iklan yang sudah terikat kontrak dan juga album-album mereka?” wartawan pria ini semakin menaikkan emosiku yang sudah memuncak
“Sebagai gantinnya, Saya akan membuat Kim Taeyeon, Hwang Tiffany dan Seo Juhyun untuk melancarkan semua ini, Terima kasih!” aku menarik lengannya, lembut dan dia menurut, konfrensi pers itu telah berakhir saatnya aku menariknya dari depan public
“Oppa…oppa,” suara menggebu-gebu manja, aku tetap menariknya dari public dan menyeretnya ke dalam Mersi hitam yang telah ku sewakan untuk datang ke konfrensi pers ini
Hening, hari ini rambutnya berubah menjadi kepirang-pirangan, lurus dengan warna mata biru, seperti boneka Barbie, dan gaun hitam yang anggun
“Kau akan menggantikan saudara-saudaraku?” pertanyaan itu terlontar, aku menatapnya, bibirnya mengkilau, tergoda tetapi tidak untuk sekarang, amarahku sedikit memucuk di ubun-ubun
“Kau bakalan tau nanti,” wajahnya masam, aku tidak ingin membuatnya merasa begitu tapi hari ini aku akan membuat tiga boneka penghasil energy hidupku, tidak akan pernah aku membiarkannya
“Kenapa tidak aku saja?” lagi-lagi pertanyaan yang tidak ingin ku dengar darinya terlontar, hatiku panas, dia harus tahu tapi itu akan menyakitkannya
“Kau tidak boleh, aku tidak mau kau menghancurkan perusahaanku,” Eye Smile, berkaca-kaca, air bagaikan mutiara terjatuh, dia buru-buru menghapusnya dan memandang jenuh kearah kaca jendela, dia bisa merasakan sakit
Itulah diriku, si tangan ajaib yang bisa membuat boneka hidup. Boneka manusia jelmaan bidadari-bidadari yang selalu ingin dipuja-puji oleh public. Mereka ku beri jiwa dan juga raga yang sempurna, tetapi hati mereka kosong, putih atau hitam itu tergantung. Aku bukan tuhan yang bisa membuat mereka sempurna seperti layaknya manusia biasa, aku juga memberikan seluruh keistimewaan yang diluar jangkauan oleh manusia biasa. Mereka disebut Gee, boneka hidup yang sempurna dari jiwa dan raga.
Pertama kali aku buat adalah Jessica Jung, dia barbieku, dia senyumanku yang pertama, boneka penghasil uang terbanyak yang pernah aku miliki, dia selalu menuruti semua perintahku, bahkan tidak banyak orang yang iri kepadanya. Wajahnya sempurna, diatas segala-galanya, dia barbieku, dan inilah aku yang tidak sempurna. Membuat fatal bagian tubuhnya, dia bisa mencintai, walau hatinya dingin tetapi dia mencintaiku. Aku tidak tahu, mungkin karena dia Gee.
Kwon Yuri, boneka si Sexy, dia adalah model bersama dengan Im Yoona, pada malam ketiga setelah menyempurnakan Yuri aku menciptkan Yoona. Maka dari itu mereka selalu terikat satu sama yang lain. Model iklan televise, Model busana terbaik, Model Video Klip, dan juga sebagai artis drama yang sangat laku di pasaran. Dengan adanya mereka, seluruh hidupku menjadi mewah dan tiba-tiba saja aku tidak membutuhkan siapa-siapa lagi selain mereka bertiga. Boneka Gee yang menemani hidupku.
Lee Sunny, dia terlahir ketika aku membutuhkan seorang teman, aku kesepian, ketiga bonekaku sedang sibuk mengurusi masa depanku, aku juga butuh masa depan hati, dan dia tercipta, begitu sempurna diantara lainnya, dia memiliki bakat yang tak akan pernah ku tunjukkan didepan public, karena dia terciptakan untukku.
“Oppa…” suaranya, dia mendatangiku, membawa dua cangkir susu
“Kau tetap datang,” seruku, dia tersentak, dan menaruh dua cangkir susu itu diatas meja, wajahnya lesu dan dia pergi begitu saja
“Huh~” aku tidak ingin tetapi ini harus, bersabarlah masa-masa jaya kita akan segera tiba setelah aku membuat Boneka Gee ini
$$$$
“Ya posenya seperti itu, uh-um hum oke,”
Cekrettt~
“Tuan Lee, mereka sangat membantu menaikkan rating YoonYul, aku rasa mereka akan mendapatkan shipper baru,” Photografer itu selalu memuji Boneka Gee hasil karyaku, yah mereka memang enak dipandang dari lensa mata ataupun lensa kamera
“TaeNy,” si Photografer itu menaikkan alisnya, “yah itu nama shipper mereka,” tambahku, aku menghampiri kedua bidadariku itu, mereka sungguh manis
“OPPA!” serentak mereka memelukku, tubuh mereka sejajar dengan dia
“Gomawo udah nemeni kita pemotretan ini, huwahhhh! ” Tiffany, Eye Smile, deg dadaku sakit, aku mengingat Eye Smile seseorang, dia tidak berada disini sekarang
“Ya! Ya! Oppa, kau seharusnya menemani Sunny dirumah,” Taeyeon, dia manis dan juga lucu, ramah, jiwanya hampir serupa dengan Yuri, hati tetap putih atau hitam
“Kenapa Sunny tidak ikut pemotretan juga?” tanya Tiffany sambil mengerdipkan matanya kepada Taeyon, yah mungkin jika mereka di foto bertiga akan lebih banyak menguntungkan, tetapi tidak, aku sudah memutuskan itu
“Dia tidak bisa,” selaku, wajah Tiffany langsung kecewa
“Yeoreobeun!!!” merdu, bagaikan duyung yang sedang jatuh cinta, dialah Seohyun, sang suara mutiara setelah Jessica, aku menarik uang dari suaranya dan juga tinggi tubuhnya, parasnya dewasa dan juga damai, pengganti wajah damaiku, Yoona
“Ahhh Seohyun-ah!” seru Taeyeon, dia memeluk Seohyun, mereka boneka-boneka Gee-ku, teralu sempurna dijadikan manusia oleh Tuhan, aku harap dia juga bersama mereka
Menyesalkah aku? tidak, aku egois, ini juga karena untuk kepentinganku.
Lelah, rasanya aktifitas ini tidak kembali seperti awal yang aku inginkan, kemana dia? Aku menunggu sambutannya, hanya dia yang tahu bagaimana caranya. Seohyun memberikanku secangkir tea hijau, aku tidak suka, sudahku bilang hanya dia yang bisa
“Kemana Sunny?” suaraku serak, haus tetapi menunggunya
“St. Children Gong,” jawab Soehyun, menyodorkan minuman baru, coffee coklat, tidak aku tidak berselera sedikitpun , “dia memohon-mohon kepadamu untuk mengunjungi taman kanak-kanak itu dan kau mengiyakannya, hum!”
“Jam 6, kau fikir dia akan menginap di TK itu?” suaraku terdengar khawatir, mungkin hanya Seohyun yang tahu apa dari gelagatku ini, dia melihat keluar dari balik jendela rumah, seperti memandangi jalanan kosong
“Ku fikir tidak,” jawabnya agak kecewa, dia pergi meninggalkanku dengan bimbang, apa yang dia lihat di dalam jendela itu? Aku gundah dan kedua mata ini menagkap perasaan yang selama ini berteriak-teriak membatasi otakku
Insan, Raga, Jiwa dan bahkan Hati, itu semua hanya milikku, bagaimana kau bisa merasakan sesuatu yang terciptakan untukmu di perhatikan dengan manusia biasa yang tidak bisa menciptakan kebahagiaan yang sempurna untuk dirinya sendiri?
PLAK!! Baru kali ini aku melihat kulitnya memerah, dan dia menangis, sakit
“Hey, apa-apaan kau…” pria ini, dia yang telah membuat yang terciptakan untukku itu menangis dan merasakan sakit seperti ini, wajahnya tampan dan cantik, tinggi badannya melebihi tinggi badanku, matanya bulat bercahaya, dan dia bodoh
“Kau tidak perlu tau urusannya, dan ku harap kau menjauh dari boneka Gee-ku,” sekali gertakan, aku tahu dia terkaget-kaget ketika membukakan rahasia itu
“Dia GEE?” suaranya menghina, merendah, dan jijik, ekspresi wajahnya yang begitu iba dan sayang berubah menjadi keras dan tak acuh
“Hum, tentu saja, dan aku tuannya,” amukku, dia mengelos, dan pergi, terjadikan ternyata siapa yang tidak jijik dengan boneka Gee? Mereka hanya boneka, tidak nyata, dan juga semua yang ada pada diri mereka palsu, kesempurnaan palsu yang dipuja-puji oleh mereka, menjijikkan
Sederet mata memandangku keji, mereka bukan tandinganku untuk hal ini
“Kau kejam Oppa,” tegur Taeyeon, dia dipeluk oleh Tiffany, pilu rasanya melihat dia tersendat-sendat oleh air mutiara, palsukah?
“Ini yang terbaik untuknya,” jawabku, Seohyun mengambil langkah
“Tapi tidak dengan menamparnyakan?” benar, aku merasa menyesal telah menamparnya, kulit sutra antara susu itu, yah kali ini aku merusaknya, kali ini pula aku takut kehilangannya
“Boneka Gee tidak perlu mengkhawatirkan soal wajahnya,” ucapku, mereka terkaget-kaget, aku juga, kenapa kata-kata ini terlontarkan olehku, sebagai najis
“Ya, tapi hati mereka perlu dipahami, kau brengsek!” ucap Tiffany, kedua mata itu memburu, Tiffany membawa Sunny masuk ke dalam kamar, Taeyeon yang tersisa memandang jijik kearahku begitu pula Seohyun
“Ku rasa kau terlalu cemburu,” kata-kata itu, menekan hatiku, menyikut perasaanku, tertusuk duri, inikah yang aku inginkan?
Andai dia bukan Gee, tetapi inilah kenyataannya, aku mencintai Gee, aku terlalu naïf menerima semua itu, terlalu najis menjadikannya nyata, terlalu jijik untuk memikirkan lanjut soalnya, tetapi inilah dia, dia dinikmati oleh orang lain entah mengapa hatiku begitu sakit dan serakah, dia tidak boleh dinikmati oleh siapapun kecuali olehku, aku egois membuatnya tertekan selama ini, dia seperti manusia kebanyakan, sakit hati
“dear-” ku buka tirai yang menutupi ranjang tidurnya, matanya membengkak, dia menangis semalaman
“Jangan dekati aku,” bantahnya
“Aku…” dia masih menekankan amarahnya , ”kenapa? ”
“Aku benci kepadamu,” sakit, perasaan apa ini? dia melontarkan kata-kata sihir yang membuatku tidak ingin melihat kehidupan lagi
“Tapi kenapa?” mohonku, dia tidak mendengarnya, ayolah berbicara seperti biasanya, seperti yang tercipta untukku, bibirnya tidak bergerak, tidak mengeluarkan pesona
3 bulan berlalu, dan dia tetap seperti itu, harta menghanyutkanku, karena seluruh Gee-ku selain dia telah membuahkan hasil yang melebihi sebelum-belumnya. Dia menjadi akrab dengan seorang pria, bukan pria jangkung itu, yang bernama Choi Minho. Kali ini dia pintar memilih pria, yang baik hati dan juga sopan.
“Jinki,” suara itu dulu hanya milikku, dilontarkan juga untukku
“Ye Chagiya,” jawabnya, darahku panas, berdenyut-denyut dalam nadi, memompa lebih berenergi dan mengeluarkan hawa yang panas pula
“Aku ingin mengungkapkan sesuatu,” manjanya, ah bibirnya mempesona dan juga lengannya yang sutra antara susu itu menyentuh pria itu
“Ne, apa itu? ”
“Jika aku boneka Gee, apakah kau akan tetap menjadi pacarku?” Deg, dia bodoh, kenapa dia membongkar identitas dirinya? Tak tahukah dia kalau boneka Gee itu sangat rendah didepan public yang tidak memuja-muji dia? Dan tahukah dia, seorang pria normal tidak akan mau berhubungan dengan seorang Gee? Dia bodoh
“Sunny! ” dia menatapku, bimbang apakah seharusnya aku memulai pencegahan ini? matanya tajam menatapku, ah tunjukkan eye Smile itu kepadaku lagi, sekali lagi
“Jawablah,” Sunny mengulanginya, dan pria itu menatapku dengan sombong, dia mengangguk-angguk ya
“Apapun kau, aku akan tetap menjadi pacarmu,” ucapnya sambil memeluk Sunny, Deg tidak benar ini semua, tidak benar perasaan Jinki itu, dia hanya mempermainkan Sunny, dia hanya ingin membunuh Sunny secara perlahan, dia hanya akan membuat yang terciptakan untukku itu hancur berkeping-keping
Lee Jinki, 21 tahun bekerja sebagai pengusaha makanan. Dia berkenalan dengan Sunny sekitar 3 bulan yang lalu, di sebuah pertemuan event acara St. Children Gong, dia jatuh hati kepada Sunny, dan hubungan mereka berjalan hingga sekarang, hingga semua rahasia itu di beberkan secara vulgar oleh Sunny.
“Hey-” aku mencegahnya di ujung jalan, dia memakai kacamata bingkai, wajahnya tampan dan juga berwibawa, lain sekali dengan pria-pria yang selama ini mendekati Sunny
“Ya,” dia menjawabnya dengan sopan
“Jauhi Sunny,” ucapku, seperti kata-kata itu
“Kenapa?” dia ngotot dan juga penasaran dengan jawabanku
“Dia seorang Boneka Gee sungguhan, kau kira dia akan membuat gurauan yang menjijikkan itu tadi?” lontarku, raut wajahnya tak berubah tetap seperti semula
“Aku tahu itu sungguhan,” jawabnya santai, dia membuka kacamata bingkainya, kini mata bulan sabitnya bertatapan langsung kepadaku ,”aku mencintainya walaupun aku sekarang sudah tahu kalau dia Gee,” tambahnya
“Kau tidak akan bisa membahagiakan dia, kau juga tidak akan dapat apa-apa darinya, kau akan bertambah tua, dan kau akan meninggalkannya dari dunia ini, kau mau dia sendirian eh?” jelasku, dia tidak bergeming, matanya kini memastikan
“Dia akan bahagia denganku, aku tidak perlu apa-apa darinya, walaupun aku tidak ada di dunia ini kelak, di dunia sana aku pasti akan mengenang bahwa aku sangat mencintainya,” jawabnya tegas, Deg dia orang yang sungguh membuatku terpuruk, dia mengejekku, menghina perasaanku, dan berani tidak lemah dan pengecut sepertiku
“Kalau kau sungguh-sungguh mencintainya, kau tak akan pernah bertemu denganku bung,” katanya sambil pergi berlalu meninggalkanku, aku terpaku
5 bulan, harapanku hancur, mereka malah bertunangan dan membuatku semakin pilu. Seohyun mendorong-dorongku untuk mengatakan perasaan ini, sakit rasanya tersimpan dan juga membusuk. Aku tidak berani mengatakannya, biarpun aku kesakitan.
“Tuan,” panggil Hara, dia pegawai di Gee City, bertubuh langsing dan bermata bulat, dia bukan Gee, tidak sempurna dan juga sangat bawel
“ah- ya ada apa? ” tanyaku mengalihkan lamunan, berkas-berkas yang ia bawa sangat banyak, kini aku disibukkan oleh tawaran-tawaran permintaan untuk memulai debutnya para Gee-ku, naifnya aku membuat 2 boneka pendukung lainnya yaitu Choi Sooyoung dan Kim Hyoyeon, mereka benar-benar membuat masa depanku cerah
“ini dari SMent, mereka ingin mengontrak para Gee Tuan untuk menjadi sebuah Girl Band,” jelas Hara yang menyodorkan lembar pertama, setempel hitam berbentuk huruf balok SMent, itu perusahaan yang sangat terkenal
“Bisakah kau membuat janji mereka di hari Sabtu lusa?” perintahku, sebenarnya dia sekretarisku setelah Sunny, dia menggantikan Sunny, walaupun dia tidak pernah sering membuatku jengkel atas hasil kerjanya, tapi dia cukup cekatan
“ah baik Tuan,” jawabnya tegas, berkas-berkas yang lainnya ia sodorkan, sebelum aku membaca berkas-berkas yang lainnya, aku memandang frame seseorang, huh~ andai dia tahu betapa aku membutuhkannya?
“GAWAT!!!! “
Aku tersontak kaget, Luna yang adalah pegawai tetapku berteriak menyebutkan alamat rumahku, tanpa berfikir panjang aku langsung meleset cepat dengan kendaraanku.
Ini tidak mungkin, kejadian itu hampir setengah tahun yang lalu, dan itu masih membekas dihatiku, merasakan kehilangan tetapi ini tidak boleh terjadi secara sebenarnya, sekarang aku tiba tepat didepan rumah megahku, api membara.
“apa ini…………..” si Jago Merah itu melahap dengan puas, aku tidak bisa berfikir jernih, yang difikiranku hanya satu orang, dia, yah dia yang terciptakan untukku
Aku berlari menerobos si Jago Merah, semuanya menyelimuti rumah megahku dengan api yang besar, aku mencari-cari ditempat yang biasanya dia tempati, tidak ada.
“uhuk!” apinya menyiksa paru-paruku, di labolatorium juga tidak ada, bahkan di kamarnyapun juga tidak ada, dimana dia sekarang? Hancur sudah, sekarang tinggal menjadi abu saja, dia akan meleleh, dan aku akan menyesal tidak pernah bisa menemukannya
“Oppa…” suara itu, manja, dimanja-manjakan, ah aku rindu suara itu, itu dari asalnya? Mataku tidak berfungsi dengan normal, tetapi aku harus mencarinya, ah sesak, sesak sekali, dia harus bertahan
“SUNNY, dimana kau?” panggilku, aku mencari-carinya disekitar kamar tamu, karena aku mendengar suara itu berasal dari kamar ini, semuanya habis dimakan api, tidak, jangan sampai di terjebak
“hikss..hikss….oppa!” tangis, suara tangisan, tepat dari arah lemari, aku mendobrak lemari itu, dan
“dear-”
…
…
“aku takut, hikss hikssss!” hangat, aku senang, akhirnya dia kembali padaku, aku memeluknya sekuat yang aku bisa, aku benar-benar sangat rindu olehnya
“jangan takut, aku ada disini Dear, jangan pergi lagi ya,” ucapku sambil mengecup pipinya, lembut walau debu melekat
“hikss, aku..aku hikss,” dia menangis, air mutiara, dia tidak perlu menangis karena ada aku, mungkin saat ini tidak tepat, tapi sekali saja bibir itu menggodaku lagi
Chu~
Matanya membulat, dan aku semakin tergoda melumatkannya, bibir hangat, padat dan soft pink, sekaran bisa ku nikmati seutuhnya, tergoda hanya nafsu tidak, aku benar-benar tergoda sekarang karena hatiku yang menggebu rindu
“aku mencintaimu, walau ku tau kau Gee,” aku mendekapnya, aku menyatakannya sekarang, tidak romantis tapi hanya ini yang bisa aku katakana padanya
“nado saranghae,” dia membalas pelukanku, dia membalasnya, sekarang aku bisa bersamanya selalu, memang dia yang terciptakan untukku
Api semakin melahap semuanya, panas dan juga pekat, paru-paruku sesak begitupun dia, tak ada udara segar dan tak ada jalan keluar, kakinya mengeluarkan darah, dan itu dia daging silicon yang selama ini ingin ku sentuh, aku medekapnya sepenuh hatiku, dia menangis dan meronta tetapi tidak ada jalan lagi, semakin lama semakin ku rasakan tubuhnya memanas dan membercit kulitku
“oppa …jangan tinggalkan aku,” ucapnya, semakin erat dia memelukku begitu pula aku
“tak akan pernah,” jawabku, aku tahu ajalnya akan tiba, detak jantungnya perlahan-lahan mulai memompa pelan, ini dia saatnya, tidak aku tidak ingin,
“bertahanlah,” bisikku
“hee, aku sudah cukup lama bertahan Oppa, tapi aku tidak menyesal,” jawabnya, yah itu tarikan nafas yang paling panjang dalam seumur hidupnya, dan tubuh itu meleleh meninggalkan kerangka
“SUNNY!!!!!!! ” kini giliranku yang dijemput olehnya, tidak, sebenarnya Sunny tidak ingin aku seperti ini tapi aku benar-benar tidak kuat, aku, aku tidak bisa bernafas dengan normal, apalah alasan hidupku lagi? Dulu ketika kejadian ini menimpa Sunny, Jessica, Yuri dan Yoona, aku masih mempunyai alasan hidup karena ada Sunny, dia ku tolong seperti kejadian ini, untungnya dia tidak terjebak seperti teman-temannya yang lain, tapi entah mengapa kejadian ini terulang lagi, dia terjebak, dia benar-benar, ahh aku mencintaimu Sunny, sungguh, dikehidupan sana aku pasti akan menjumpaimu
$$$$
Author POV
Si jago Merah itu melahap semuanya tanpa sisa, rumah bak bagaikan kastil telah musnah dan ikut menari-nari dalam pesta api besar itu. Pemadam kebakaran terlambat mengetahui itu semua, korban-korban yang tercantum hanya sekitar pemilik rumah dan juga penghuni-penghuninya. Ketika melakukan evakuasi, seorang pria berkacamata melihat puing-puing rumah itu secara cermat.
“Kau menyesal Hyung?” pria yang lainnya, berparas cantik dan juga anggun menghampirinya
“Tidak, huh~ memang ini yang aku inginkan,” jawab pria yang memiliki mata bulan sabit
“Hum,” Pria berkacamata itu menatap pria disampingnya
“Jika saja aku memusnahkan mereka lebih dahulu, mungkin aku tidak akan menjalin hubungan yang cukup menarik itu dengannya,” ucapnya sambil menepuk-nepuk bahu sang pria anggun itu
“Kenapa ? Kalau pun kau berhasil membunuhnya di saat pertama kali itu, kau tak akan tahu rasanya berpacaran dengan seorang Gee kan?” ledeknya
Mata bulan sabitnya merenung, dia berfikir sejenak ,”dia beda Taemin,” ucapnya kepada pria yang bernama Taemin itu, matanya berkaca-kaca
“Kenapa kau tidak menolong ketika api itu melahapnya?” gugat Taemin
“Karena aku yang menginginkannya,” jawabnya sendu, “ah sudahlah!” lerainya sambil pergi menyongsong kehidupan yang baru akan dia jalankan
“cih, membunuh demi yang di cintai, naïf!” gerutu Taemin
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
YAK! siapa yang bisa menebak kalau ini semua ulah JINKI dodol itu? hoohohohoo~ tak ada kan? fufufufuufuuu~ <<songong
tolong tinggalkan kesan, pesan , kritik dan saran, karna akan thata perbaiki semuanya di ff selanjutnya jika anda meninggalkan yang thata sebut tadi
hummmm~ thata juga mau minta vote dong, boleh lah ya? gpplah ya. hehehhee
next FF thata akan memposting FF loh (iya tau), nah kalian akan menunggu yang mana ? (???)
thata ada project sama Cassie loh, untuk buat FF colaboration, yuhuuuuuu asik ya
terus thata ada FF yang hampir selesai , hummm genrenya Family gt, jadi mau dipostingkan yang mana dulu?
FF COLABORATION atau FF FAMILIY? yakkk mulai votingnya (lah gk pakek aplikasi2 itu eh? iya wong saya ndak ngerti hehehee)
