Temins wannabe Stories
Pernah sayang sama seseorang gak? Sayangnya itu bagaikan adik yang udah sejantung atau seperti kembaran sendiri?
Yaah, ƪ(‾ε‾“)ʃ aku mengalami ini dengan Lee Taemin SHINee dan dengan seseorg temenku yang menurutku nih, sangat mirip dengan Taemin tersebut, hingga sekarang aku memanggilnya dengan sebutan khas-ku yaitu Temin.lucu!
Rizky Ichramsyah, yeahh terang-terangan saja aku bilangnya, siapa tahu dia baca dan benar saja tiba-tiba dia baca, biarkan saja. Kenapa bisa dibaca? Yaa diakan terkadang orangnya iseng. Suka baca-baca blog orang, isengg!
Nah, yang mau dibahas disini adalah apakah benar aku sayang sama dia sama dengan sayangku dengan Lee Taemin SHINee? Dan ternyata benar.
Dahulu kala, aku niatnya membuat dia sebagai target gebetanku (yang baca lgsg mrinding,krna aku sprti virus amuba yang berbahaya) yaa terserah yang baca deh. Bersamaan dengan Bayu, Ancha, Ahong, dll yang aku sukai pada saat itu juga, mungkin hingga sekarang (sekarang sih sisanya masih bayu yang lainnya udah kelautttt). Awalnya lagi(lagi lagi) mendekati dirinya itu susah sekali. Tentu saja, dia itu kalangan dengan otak stadium tinggi yang bisa menghapal bacaan mager dengan kecepatan kilat (lebay sekali). Sedangkan aku, dan teman-teman (aku tidak mau jd teman-temanmu, ‘teriak mereka) gembel dan sok autis. Hahahahaa, gak cocok aja bergaulan dengan mereka yang maha dewa, dan gak nyambung sama sekali. Mau ngomongi apa coba? Ada yang bisa kasih sarannn?
Nah akhirnya terjadilah percakapan, lumayan seru. Ternyata dia juga orangnya mudah berteman, dan apalagi dia pernah bilang sama aku, kalau dia pengen tahu bagaimana rasanya pertemanan yang aku dan mereka miliki. Dan yeaaaah, u know us so well, maybe?
Lama-lama berlalu, aku dan dia akrab lagi dengan insiden; dia dan temanku yang disini identitasnya hanya sebatas TIIIIT, *no comment ya* kita saling share satu sama lain, untuk mempersatukan dua insan yang aneh ini. Aku cerita ke dia tentang temanku dan begitu pula sebaliknya dia. Kita saling percaya, dan yeaaah lucu juga. Sesekali mencoba curhat kepadanya, ternyata dia lumayana dewasa (digeplak temin)
Naaah, dia juga semakin dekat denganku dikarenakan, ehmmmm, yeaaah waktu itu dia bercerita kalau aku ini orangnya sangat semangat dan periang sekali. Dapat nilai C saja bangga. (Malu saya, nyebut2 nilai ini) yaaah, dan apalagi aku terkenal karena menyukai Bayu (disini sebelumnya sudah sering bahas bayu), lalu dia teringat dengan adik kelasnya yang sangat mirip denganku. Yeahh, sayangnya aku tidak sama dengan adik kelasnya itu, mungkin aku lebih idiot. Apalagi dia, dia sudah terlalu puas membantaiku. Dan dia lebih puas ketika telah berhasil menamparku, yaaampun kalau aku gak suka sama dia dalam artian tanda petik, pastinya aku menangis tapi untungnya enggak. Dan dia sering mencubitku, sadis nih danshin.
Lalu, apalagi ya? Aku senang pada akhirnya dia masuk ke kelas B, mungkin takdir (ehmmm errrrr enggak juga) karena aku senang, اَللّهُ memberikanku kesempatan untuk dekat dengannya. Hohohohooo, setidaknya aku sayang dengannya sebagai saudaraku sendiri, lucu, dan manis. Hahahahaa, apalgi dia itu cerewet, dan kecil /dorrr
Baiklah buat Temin Cerewet, finish story